09 November 2021, 05:30 WIB

Demonstran Tuntut Pembebasan Mantan Presiden Georgia


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Vano SHLAMOV
 AFP/Vano SHLAMOV
Aksi demonstrasi menuntut pembebasan mantan presiden Georgia Mikheil Saakashvili di Tblisi.

PULUHAN ribu demonstran di Georgia, Senin (8/11), menuntut dibebaskannya pemimpin oposisi, yang juga mantan Presiden Georgia, Mikheil Saakashvili, yang telah menggelar aksi mogok makan selama beberapa pekan.

Saakashvili, yang menjabat sebagai presiden Georgia antara 2004 dan 2013, ditahan pada 1 Oktober lalu, sekembalinya dari pengasingan di Ukraina.

Dia telah menolak makan selama 39 hari sebagai protes atas penahanan dirinya, yang disebutnya bersifat politis.

Baca juga: Rusia Akhiri Penutupan Meski Ada Gelombang Covid-19

Penahanan Saakashvili memperparah krisis politik, yang terjadi pada tahun lalu, ketika kelompok oposisi menuding pemilu parlemen, yang dimenangkan oleh Partai Impian, dipenuhi kecurangan.

Penahanan Saakashvili, yang pro-Barat, memicu aksi demonstrasi antipemerintahan terbesar di Georgia dalam satu dekade.

Menyerukan nama Saakhashvili, sekitar 40 ribu demonstran memenuhi Lapangan Kemerdekaan di Ibu Kota Georgia, Tblisi, Senin (8/11).

"Demonstrasi besar-besaran telah dimulai di georgia dan tidak akan berhenti hingga Mikheil Saakashvili dibebaskan dan pemilu sela digelar," ujar Ketua Partai Persatuan Nasional Nika Melia.

"Kami tidak akan membubarkan diri. Protes kami akan berlangsung terus dalam damai dan kami tidak akan membiarkan rezim memprovokasi kami," lanjutnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT