02 November 2021, 20:21 WIB

Mengenang Pendudukan Pertama Israel di Gaza 3 November 1956


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Emmanuel Dunand.
 AFP/Emmanuel Dunand.
Warga Palestina yang selamat dari serangan militer pertama Israel di Gaza pada 65 tahun yang lalu, Bassam Barbakh.

BERSANDAR di sofa dalam ruangan tanpa jendela dan memegang tongkatnya, Bassam Barbakh mengatakan serangan militer pertama Israel ke Jalur Gaza, Palestina, pada 65 tahun yang lalu masih membakar ingatannya.

"Saya bersumpah ketika saya masih kecil bahwa jika saya hidup 1.000 tahun, saya tidak bisa melupakan yang terjadi," kata pria berusia 73 tahun itu kepada AFP di rumahnya di Khan Yunis, Gaza selatan. Sejarah kontroversial Israel di daerah kantong Palestina itu mencakup hampir empat dekade pendudukan, dari 1967 hingga pelepasan pada 2005 dan blokade sejak 2007 ketika kelompok Islam Hamas merebut wilayah itu.

Namun pertama kali Israel menguasai Gaza yaitu pada 3 November 1956 ketika gubernur militer Mesir menyerah. Ini menandai awal pendudukan empat bulan selama krisis Suez.

Periode sebagai fase penting dalam konflik Israel-Palestina itu digantikan oleh pendudukan setelah Perang Enam Hari 1967. Israel mengatakan tujuan invasi Gaza pada 1956 termasuk memastikan jalan bebas melalui Selat Tiran dan mengurangi serangan pejuang gerilya dari jalur tersebut.

Menurut sejarawan Universitas Tel Aviv, Eyal Zisser, Israel sebelum invasi Gaza menentukan bahwa keadaan di Jalur Gaza berisiko mengganggu stabilitas Israel. Penentuan ini setelah kerusuhan perbatasan dan ancaman pasukan Mesir yang berkumpul di daerah kantong itu.

Baca juga: Israel Sita Tanah Empat Keluarga Palestina di Sheikh Jarrah

"Dari sudut pandang Israel, ini situasi yang tidak dapat diterima," kata Zisser. Krisis Suez menciptakan peluang Israel untuk bertindak. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT