01 November 2021, 09:47 WIB

Lancarkan Serangan Menggunakan Pisau dan Api, Seorang Pria Ditangkap di Tokyo


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/JIJI PRESS
 AFP/JIJI PRESS
Polisi dan pemadam kebakaran berada di luar Stasiun Kokuryo, Tokyo, Jepang, setelah terjadi aksi penusukan dan pembakaran.

SEORANG pria ditangkap atas dugaan upaya pembunuhan setelah melancarkan serangan menggunakan pisau dan api di sebuah kereta di Tokyo, Jepang Minggu (31/10), denhan sedikitnya 17 orang terluka dengan satu orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Saksi mata kepada NHK mengungkapkan ketakutan mereka terkait aksi penyerangan yang terjadi saat perayaan Halloween dengan ibu kota Jepang itu dipenuhi warga yang memakai kostum.

Media massa melaporkan terduga pelaku, yang berusia 24 tahun, mengenakan kaos berwarna hijau, melakukan aksinya dengan menggunakan pisau dan memulai kebakaran di dalam kereta.

Baca juga: Warga Maroko Tolak Paspor Covid-19

Kyodo News dan NHK melaporkan sebanyak 17 orang terluka degan seorang warga senior dalam kondisi kritis setelah ditusuk.

Sebuah klip video yang ditayangkan NHK memperlihatkan warga yang panik berlari meninggalkan kereta saat asap memenuhi gerbang.

Video lain yang diunggah di Twitter memperlihatkan orang berusaha keluar melalui jendela untuk keluar dari kereta yang ada di Jalur Keio.

Operator Jalur Keio mengatakan layanan sempat dihentikan sebelum pukul 20.00 waktu setempat akibat insiden yang terjadi di dekat Kokuryo di barat Tokyo.

Puluhan pemadam kebakaran dan polisi terlihat berada di luar stasiun tersebut.

"Awalnya, saya mengira ini adalah acara Halloween. Namun, saya langsung lari saat melihat seorang membawa pisau. Saya beruntung tidak terluka," ujar seorang penumpang kereta kepada NHK.

Pelaku dilaporkan melaksanakan aksinya tanpa menunjukkan emosi sama sekali.

"Dia membawa pisau dan mulai melemparkan cairan. Dia melakukan aksinya tanpa menunjukkan emosi apa apun. Saya rasa itu yang membuat orang-orang ketakutan," ujar seorang penumpang perempuan yang tidak disebutkan namanya.

Kyodo melaporkan pelaku mengaku ingin membunuh banyak orang agar dijatuhi hukuman mati. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT