26 October 2021, 13:45 WIB

Presiden Palestina Bela LSM yang Disebut Teroris oleh Israel


Nur Aivanni | Internasional

AFP/PPO.
 AFP/PPO.
Presiden Palestina Mahmud Abbas (kanan) bertemu dengan Duta Besar Qatar untuk Palestina Mohammed al-Emadi di Ramallah, Minggu (24/10).

PRESIDEN Palestina Mahmoud Abbas, Senin (25/10), mengutuk Israel karena campur tangan dalam pekerjaan organisasi nonpemerintah (LSM) Palestina yang bertindak sesuai dengan hukum Palestina, lapor kantor berita resmi Palestina (Wafa).

Abbas mengatakan kepada perwakilan LSM di kantornya di kota Ramallah Tepi Barat bahwa keputusan Israel ditolak dan dikutuk. Dia pun menambahkan bahwa semua orang Palestina berada di pihak LSM tersebut yang mendokumentasikan dan mengungkap kejahatan Israel yang dilakukan terhadap Palestina.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz pada Jumat memerintahkan penunjukan enam LSM Palestina di Tepi Barat sebagai organisasi teroris. Keputusan itu sebagian besar dikutuk oleh Palestina dan Uni Eropa.

Media Israel melaporkan bahwa Gantz menyatakan enam LSM tersebut sebagai organisasi teror. Katanya, mereka secara efektif beroperasi sebagai perpanjangan tangan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP).

"Organisasi-organisasi itu aktif di bawah naungan organisasi masyarakat sipil, tetapi dalam praktiknya milik dan merupakan cabang dari PFLP. Kegiatan utamanya yaitu penghancuran Israel," kata kantor Gantz dalam suatu pernyataan.

Baca juga: Khamenei: Negara Arab Berdosa Normalisasi Hubungan dengan Israel

Menurut laporan Wafa, Abbas mengatakan kepada perwakilan LSM bahwa pihak Palestina secara resmi bertindak untuk menghadapi keputusan Israel di panggung internasional. Para perwakilan mengatakan kepada Abbas bahwa organisasi mereka akan menjalankan pekerjaan dan tugas mereka dan akan menghadapi keputusan Israel yang melanggar hukum internasional. (Xinhua/OL-14)

BERITA TERKAIT