22 October 2021, 22:05 WIB

Ini Syarat Saudi kepada AS untuk Normalisasi Hubungan dengan Israel


Mediaindonesia.co | Internasional

AFP/Saudi Royal Palace/Bandar Al-Jaloud.
 AFP/Saudi Royal Palace/Bandar Al-Jaloud.
Mohammed bin Salman.

PUTRA Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) tidak sepenuhnya menolak gagasan negaranya menormalkan hubungan dengan Israel. Ini responsnya ketika penasihat keamanan nasional Presiden Joe Biden, Jake Sullivan, mengangkat masalah ini selama kunjungan akhir September di Arab Saudi. 

Situs web berita AS, Axios, melaporkan itu pada Rabu (20/10) yang mengutip tiga sumber dari AS dan sejumlah sumber Arab sebagaimana disampaikan Business Insider. Pemimpin Saudi mengatakan kepada Sullivan bahwa membangun hubungan diplomatik penuh dengan Israel akan memakan waktu dan sejumlah langkah perlu diambil terlebih dahulu, menurut laporan itu, termasuk peningkatan hubungan antara Washington dan Riyadh. 

Pemerintah Saudi juga kemungkinan akan mendorong perubahan kebijakan pemerintah Israel terhadap Palestina sebagai bagian dari kesepakatan apa pun, kata laporan itu. Gedung Putih tidak memberikan komentar ketika dihubungi oleh Insider.

Pembunuhan brutal reporter Saudi Jamal Khashoggi pada Oktober 2018 menyebabkan keretakan bersejarah dalam hubungan AS-Saudi. Banyak anggota Kongres sejak itu mendorong AS untuk secara fundamental mengubah dinamika dan dukungannya untuk Riyadh, terutama ketika menyangkut konflik Yaman yang menghancurkan.

Sementara pemerintahan Trump menolak upaya untuk menegur Saudi atas pembunuhan Khashoggi, Biden telah bersumpah untuk menilai kembali hubungan tersebut. Biden, misalnya, tidak terlibat langsung dengan Putra Mahkota Mohammed, penguasa de facto kerajaan. 

Awal tahun ini, pemerintahan Biden juga merilis penilaian intelijen yang tidak diklasifikasikan secara eksplisit melibatkan Putra Mahkota Mohammed dalam pembunuhan Khashoggi. Dikatakan pula, Biden menghadapi kritik karena tidak memberikan sanksi kepada pemimpin Saudi setelah rilis penilaian.

Pemerintah Saudi ialah salah satu entitas paling kuat di Timur Tengah. Arab Saudi secara resmi mengakui Israel akan menjadi langkah maju yang besar dalam hubungan Arab-Israel.

Baca juga: Orang Israel di Hebron Tepi Barat Bikin Permukiman Baru 

Ada pergerakan signifikan di bagian depan itu selama setahun terakhir ini. Pada September 2020, UEA dan Bahrain meresmikan hubungan diplomatik dengan Israel melalui Perjanjian Abraham yang bersejarah. Dua negara Arab lagi, Maroko dan Sudan, bergabung dengan Kesepakatan Abraham tidak lama kemudian. Sekarang ada enam negara Arab, termasuk Mesir dan Yordania, yang memiliki hubungan diplomatik penuh dengan Israel. (OL-14)

BERITA TERKAIT