22 October 2021, 18:58 WIB

Orang Israel di Hebron Tepi Barat Bikin Permukiman Baru


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Hazem Bader.
 AFP/Hazem Bader.
Seorang wanita Palestina berdiri di dekat pos pemeriksaan tentara Israel untuk mencapai ladang zaitun mereka yang diberi penghalang.

PENDUDUK Yahudi dari permukiman kontroversial di kota Hebron, Tepi Barat, mulai bekerja dalam pembangunan lingkungan baru. Israel menyetujui pembangunan di pangkalan militer Israel empat tahun lalu dan mengalokasikan lebih dari US$6 juta untuk itu.

"Kami membersihkan area itu untuk memulai proyek baru," kata Yishai Fleisher, juru bicara komunitas Yahudi Hebron, Kamis (21/10). Kelompok antipemukiman Israel, Peace Now, menuntut untuk menghentikan proyek tersebut yang disebut sebagai ekspansi besar pertama komunitas Yahudi di Hebron dalam dua dekade.

Lingkungan itu, kata Fleisher, pada akhirnya akan berisi 31 rumah. Sekitar 1.000 pemukim Yahudi tinggal di Hebron di bawah perlindungan militer Israel yang kuat di antara lebih dari 200.000 warga Palestina.

Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Hebron, bersama dengan Jalur Gaza dan Yerusalem timur pada 1967. Palestina mengincar wilayah tersebut untuk negara masa depan mereka.

Baca juga: Israel akan Tambah 3.000 Izin lagi bagi Pedagang Gaza

Hebron berisi situs suci yang dikenal oleh umat Islam sebagai Masjid Ibrahimi dan bagi orang Yahudi sebagai Gua Para Leluhur yang dihormati oleh kedua agama. Warga Palestina Hebron Issa Amro, seorang aktivis penentang pemukiman, mengatakan lingkungan baru akan memperburuk gesekan di daerah tersebut.

"Itu berarti peningkatan kekerasan. Itu berarti pembatasan kepada kami sebagai orang Palestina. Itu berarti mengubah identitas kota kami sendiri menjadi kota Israel, Ibrani," katanya.

Konstruksi itu diungkapkan oleh Peace Now yang menayangkan video seorang penggali sedang bekerja. Badan militer Israel yang bertanggung jawab atas urusan sipil di Tepi Barat, COGAT, menyetujui unit pemukim baru di Hebron tengah pada 2017.

"Peace Now dan kotamadya Hebron menantang proyek apartemen di pengadilan distrik Jerusalem dan kalah," kata Hagit Ofran dari Peace Now. Daerah itu sebelumnya berfungsi sebagai stasiun bus sebelum tentara Israel menutupnya karena alasan keamanan.

"Sekarang Israel memutuskan tidak ada tujuan militer lagi. Tidak ada kebutuhan keamanan. Jadi harus kembali ke (Palestina)," kata Ofran. "Tapi alih-alih mengembalikannya, mereka mengambilnya dan memberikannya kepada pemukim."

Baca juga: PM Israel di Rusia untuk Pembicaraan Pertama dengan Putin

Fleisher mengatakan tidak ada pengadilan yang mengeluarkan perintah terhadap konstruksi. Ofran mengatakan kelompoknya dan Hebron sekarang mengajukan banding ke pengadilan tertinggi Israel. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT