22 October 2021, 16:57 WIB

PM Israel di Rusia untuk Pembicaraan Pertama dengan Putin


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Yevgeny Biaytov/Sputnik.
 AFP/Yevgeny Biaytov/Sputnik.
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett selama pertemuan mereka di Sochi.

PERDANA Menteri Israel Naftali Bennett tiba di Rusia pada Jumat (22/10) untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin untuk pertama kali. Pembicaraan keduanya diharapkan fokus pada Iran.

Televisi pemerintah Rusia menunjukkan gambar pendaratan pesawat Bennett di kota resort Laut Hitam Sochi, tempat keduanya bertemu. Naftali menjabat pada Juni setelah mengambil alih dari Benjamin Netanyahu yang berkuasa selama 12 tahun berturut-turut dan memiliki hubungan dekat dengan Putin.

Saat dia berangkat ke Sochi pada Jumat, Bennett mengatakan hubungan Israel dengan Moskow adalah elemen penting dari kebijakan luar negeri negara itu. "Ini sebagian karena sejuta penutur bahasa Rusia di Israel yang merupakan jembatan antara kedua negara," ujarnya.

Kunjungan itu mungkin menjadi salah satu pertemuan tatap muka terakhir Putin dengan seorang pemimpin asing sebelum pembatasan covid-19 baru Rusia mulai berlaku minggu depan. Kremlin mengatakan pria berusia 69 tahun itu akan membatalkan pertemuan langsung selama liburan selama seminggu secara nasional mulai 30 Oktober yang dirancang untuk mengekang rekor kematian akibat virus.

Pekan lalu, kantor Bennett mengatakan pasangan itu akan membahas program nuklir Iran. Moskow menjadi salah satu penanda tangan kesepakatan 2015 yang melihat keringanan sanksi bagi Iran dengan imbalan batasan kemampuan nuklirnya.

Mantan presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi keras. Ini membuat Teheran secara bertahap membatalkan komitmennya berdasarkan perjanjian.

Baca juga: Israel Anggarkan Rp21,3 Triliun untuk Persiapan Serang Nuklir Iran

Bennett mengatakan kepada Majelis Umum PBB bulan lalu bahwa Israel tidak akan mengizinkan Iran memperoleh senjata nuklir. Putin telah memberi selamat kepada Bennett setelah dia dilantik dan mengatakan bahwa kerja sama Rusia-Israel akan membantu memperkuat perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Timur Tengah. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT