18 October 2021, 15:39 WIB

Palestina Desak Amerika dan Warga Internasional Hentikan Pendudukan Israel


Nur Aivanni | Internasional

AFP/Thaer Ghanaim.
 AFP/Thaer Ghanaim.
Presiden Palestina Mahmud Abbas (tengah) bertemu dengan Presiden Bank Dunia David Malpass (kiri) di Ramallah, Tepi Barat, awal Oktober ini..

PRESIDEN Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan pada Minggu (17/10) bahwa situasi di wilayah Palestina menjadi tak tertahankan karena pelanggaran Israel, lapor kantor berita Wafa. Abbas meminta Amerika Serikat untuk mewujudkan perkataannya mengenai masalah Palestina dan mendesak masyarakat internasional untuk bergerak cepat untuk mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah Palestina.

Abbas membuat pernyataan itu selama pertemuan dengan para pebisnis Palestina di kantornya di kota Ramallah, Tepi Barat. Abbas mengatakan bahwa Israel harus menghentikan semua tindakannya terhadap rakyatnya di Tepi Barat, Jerusalem Timur, dan Jalur Gaza. 

Dia pun memperingatkan bahwa jika Israel menolak solusi dua negara, Palestina terpaksa akan memilih pilihan politik lain. Pada 2 Oktober, Abbas mengatakan bahwa salah satu pilihannya yaitu menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang disahkan pada 1947 atau pergi ke satu negara demokratis di tanah Palestina yang bersejarah agar hak-hak politik dan sipil penuh Palestina diperoleh.

Pembicaraan damai langsung antara Israel dan Palestina, yang disponsori oleh Amerika Serikat selama sembilan bulan, telah berhenti pada 2014. Ini menyusul perbedaan pendapat tentang permukiman Israel dan pengakuan pendirian negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967.

Baca juga: Israel Klaim Mampu Hadang 2.000 Roket dari Hizbullah Sehari

Israel menduduki Tepi Barat dan Jerusalem Timur, yang diklaim oleh Palestina, dalam perang Timur Tengah 1967. Karenanya, negeri Yahudi ini mengendalikan kedua wilayah sejak saat itu. (Xinhua/OL-14)

BERITA TERKAIT