12 October 2021, 09:41 WIB

Korut Sebut AS Sebagai Penyebab Ketegangan di Semenanjung Korea


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Pemimpin Korut Kim Jong Un

PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un menyalahkan Amerika Serikat atas ketegangan di Semenanjung Korea. AS adalah "akar penyebab" ketidakstabilan, katanya dalam pidato pembukaan di sebuah pameran pertahanan, menurut Korean Central News Agency (KCNA).

Pyongyang berada di bawah beberapa sanksi internasional atas senjata nuklir dan program rudal balistiknya yang dilarang, yang telah membuat kemajuan pesat di bawah Kim.

Pada tahun 2017, negara itu menguji rudal yang dapat mencapai seluruh benua AS dan melakukan ledakan nuklir paling kuat hingga saat ini dan Pyongyang mengatakan membutuhkan persenjataannya untuk melindungi diri dari invasi AS.

Pemerintahan Biden telah berulang kali menyatakan mereka tidak memiliki niat bermusuhan terhadap Korea Utara.

"Saya sangat ingin tahu apakah ada orang atau negara yang percaya itu," kata Kim dalam pameran "Pertahanan Diri 2021".

"Tidak ada dasar dalam tindakan mereka untuk percaya bahwa itu tidak bermusuhan," tambahnya, menurut KCNA.

Baca juga:  Korut dan Korsel Pulihkan Komunikasi Lintas Batas

Pidato Kim disampaikan setelah Korea Utara dalam beberapa pekan terakhir menguji coba rudal jelajah jarak jauh dan apa yang dikatakannya sebagai senjata hipersonik.

Pada tahun 2018, Kim menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang bertemu dengan presiden AS yang sedang menjabat di KTT Singapura yang menjadi berita utama. Tetapi proses pembicaraan sebagian besar terhenti sejak pertemuan kedua di Hanoi pada tahun berikutnya gagal.

Pemerintahan Biden mengatakan pihaknya bersedia bertemu dengan pejabat Korea Utara kapan saja atau di mana saja, tanpa prasyarat untuk mengupayakan denuklirisasi.

Washington dan Seoul adalah sekutu keamanan dan Washington menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan untuk mempertahankannya dari tetangganya, yang menyerbu pada 1950.

Korea Selatan dan Amerika Serikat mengadakan latihan militer bersama pada Agustus. Korea Selatan telah meningkatkan kemampuan militernya sendiri, berhasil menguji rudal balistik kapal selam pertamanya pada September dan mengungkapkan rudal jelajah supersonik.

Kim menuduh Korea Selatan munafik, dengan mengatakan upaya mereka yang tidak terbatas dan berbahaya untuk memperkuat kekuatan militer menghancurkan keseimbangan militer di Semenanjung Korea dan meningkatkan ketidakstabilan dan bahaya militer.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT