11 October 2021, 13:10 WIB

Ada Ancaman, AS-Inggris Peringatkan Warganya Hindari Hotel-Hotel di Kabul


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Ilustrasi

AMERIKA Serikat dan Inggris memperingatkan warganya pada Senin(12/10) untuk menghindari hotel di Afghanistan, beberapa hari setelah puluhan orang tewas di sebuah masjid dalam serangan yang diklaim oleh kelompok ISIS.

Taliban, yang merebut kekuasaan pada Agustus, tengah mencari pengakuan dan bantuan internasional untuk menghindari bencana kemanusiaan dan meredakan krisis ekonomi Afghanistan.

Namun, ketika kelompok Islam garis keras itu bertransisi dari tentara pemberontak menjadi kekuatan pemerintahan, mereka berjuang untuk menahan ancaman dari ISIS cabang Afghanistan.

"Warga AS yang berada di atau dekat Hotel Serena harus segera pergi," kata Departemen Luar Negeri AS, yang mengutip "ancaman keamanan" di daerah tersebut.

Baca juga : Pasangan Suami Isrtri Ditangkap karena Jual Informasi Kapal Perang Nuklir AS

"Mengingat meningkatnya risiko, Anda disarankan untuk tidak menginap di hotel, khususnya di Kabul (seperti Hotel Serena)," tambah Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan Inggris.

Sejak pengambilalihan Taliban, banyak orang asing telah meninggalkan Afghanistan, tetapi beberapa jurnalis dan pekerja bantuan tetap berada di ibu kota.

Serena yang terkenal, sebuah hotel mewah yang populer di kalangan pelancong bisnis dan tamu asing, telah dua kali menjadi sasaran serangan Taliban.

Pada tahun 2014, hanya beberapa minggu sebelum pemilihan presiden, empat pria bersenjata remaja dengan pistol yang disembunyikan di kaus kaki mereka berhasil menembus beberapa lapisan keamanan, yang menewaskan sembilan orang, termasuk seorang jurnalis AFP dan anggota keluarganya. Dan pada tahun 2008, sebuah bom bunuh diri menewaskan enam orang. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT