09 October 2021, 09:36 WIB

Kapal Selam Nuklir AS yang Alami Kecelakaan Telah Tiba di Guam


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

 Lt. Mack Jamieson / US NAVY / AFP
  Lt. Mack Jamieson / US NAVY / AFP
Kepal selam serang Seawolf saat bersandar di Pangkalan Laut, Bremerton, Washington, pada 27 Mei 2021.

KAPAL selam bertenaga nuklir Amerika, USS Connecticut, yang rusak akibat tabrakan dengan sebuah objek di Laut China Selatan tiba pada Jumat (8/10) di Guam dengan 11 orang terluka di dalamnya.

Angkatan Laut AS mengungkapkan pada Kamis (8/10) bahwa kapal selam serang cepat kelas Seawolf itu, telah menabrak sebuah objek saat menyelam pada 2 Oktober di perairan internasional di kawasan Indo-Pasifik.

Pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim, menolak memberikan lokasi pasti di mana insiden itu terjadi, tetapi mengatakan peristiwa tersebut terjadi di Laut China Selatan. Sebelas pelaut terluka, dua di antaranya mengalami luka sedang.

Pejabat itu menolak untuk mengungkapkan kedalaman di mana tabrakan itu terjadi, dengan alasan keamanan operasional. Penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.

Angkatan Laut AS secara teratur melakukan operasi di Laut China Selatan untuk menantang klaim teritorial yang disengketakan Tiongkok di pulau-pulau kecil, terumbu karang dan singkapan.

Beijing mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, yang sebagiannya juga diklaim oleh empat negara Asia Tenggara serta Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian mengatakan pada Jumat (8/10) bahwa Beijing sangat prihatin tentang tabrakan itu dan menuduh Amerika Serikat sengaja menyembunyikan sifat insiden tersebut.

“Washington harus memberikan klarifikasi terperinci dari peristiwa tersebut, termasuk informasi tentang apa yang bertabrakan dengan kapal selam itu, apakah itu menyebabkan kebocoran nuklir dan apakah itu merusak lingkungan laut setempat,” kata Zhao.

Juru bicara itu menuduh Amerika Serikat telah lama mengganggu perdamaian di Laut China Selatan di bawah panji kebebasan navigasi.

Sementara itu, Angkatan Laut AS mengatakan bahwa dua kelompok penyerang yang dipimpin oleh kapal induk USS Ronald Reagan dan USS Carl Vinson telah melakukan operasi bersama dengan negara-negara lain di Laut Filipina pada 3 Oktober.

Kapal perang AS bergabung dengan JS Ise, sebuah helikopter perusak kelas Hyuga Jepang, dan HMS Queen Elizabeth dari Inggris, terang Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.

“Operasi di laut terintegrasi menyatukan lebih dari 15.000 pelaut di enam negara dan menunjukkan kemampuan Angkatan Laut AS untuk bekerja sama dengan jaringan aliansi dan kemitraan yang tak tertandingi dalam mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” katanya. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

BERITA TERKAIT