06 October 2021, 16:28 WIB

Paus Fransiskus Malu atas Skandal Pelecehan Seksual di Prancis


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Filippo Monteforte.
 AFP/Filippo Monteforte.
Paus Fransiskus memberkati para hadirin dan seorang bayi selama audiensi umum mingguan, Rabu (6/10), di aula Paulus-VI di Vatikan.

PAUS Fransiskus pada Rabu (6/10) mengungkapkan rasa malu pribadinya dan gereja atas pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh pendeta Katolik Prancis. Ini diungkapkannya setelah masalah itu terungkap dalam laporan yang menghancurkan hati.

"Saya ingin mengungkapkan kepada para korban kesedihan dan rasa sakit saya atas trauma yang mereka derita," katanya dalam audiensi mingguannya di Vatikan. "Dan juga rasa malu saya, rasa malu kami, rasa malu saya atas ketidakmampuan gereja terlalu lama untuk menempatkan mereka di pusat perhatiannya. Saya berdoa dan kita semua berdoa bersama, bagi-Mu Tuhan kemuliaan, bagi kami rasa malu. Inilah saatnya untuk malu."

Suatu komisi independen pada Selasa (5/10) mengungkapkan bahwa pendeta Katolik Prancis melakukan pelecehan seksual terhadap sekitar 216.000 anak di bawah umur selama tujuh dekade sejak 1950. Ini disebut fenomena besar yang ditutupi oleh selubung keheningan.

Penyelidikan komisi selama dua setengah tahun dan laporan setebal 2.500 halaman memicu kemarahan ketika Gereja Katolik di Prancis dan di seluruh dunia menghadapi semakin banyak klaim pelecehan dan penuntutan. Berurusan dengan pengungkapan tentang pelecehan seksual oleh pendeta menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Fransiskus ketika ia terpilih sebagai paus pada 2013.

Dia menyatakan mengakhiri impunitas dan mengubah undang-undang Vatikan dengan membuat pelaporan pelecehan menjadi wajib, tetapi para korban telah memperingatkan hal itu tidak cukup. Fransiskus mengungkapkan kesedihannya untuk para korban dalam pernyataan yang dikeluarkan Selasa melalui juru bicaranya, tetapi komentarnya pada Rabu melangkah lebih jauh.

Baca juga: Catatan Kelam Pelecehan Seksual Anak di Berbagai Gereja Katolik
 

Dia mendesak para klerus untuk terus bekerja untuk memastikan situasi seperti itu tidak terulang. Ia menawarkan dukungannya kepada para imam Prancis untuk menghadapi cobaan yang sulit tetapi sehat ini. Dia mengundang umat Katolik Prancis untuk mengambil tanggung jawab mereka dalam memastikan bahwa gereja merupakan rumah yang aman bagi semua. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT