05 October 2021, 08:43 WIB

Yordania Kecam Laporan Pandora Papers Soal Properti Raja Abdullah II


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Yousef ALLAN / Jordanian Royal Palace
 AFP/Yousef ALLAN / Jordanian Royal Palace
raja Yordania Abdullah II.

YORDANIA, Senin (4/10), mengecam laporan Pandora Papers yang menyebut Raja Abdullah II menciptakan jaringan perusahaan di luar negeri untuk membangun kerajaan properti senilai US$100 juta.

Raja Abdullah II tidak menyinggung secara langsung Pandora Papers dalam pidato resminya namun mengecam apa yang disebutnya upaya menyerang Yordania.

Penyelidikan oleh Konsorsium Wartawan Investigasi, yang melibatkan sekitar 600 wartawan dari berbagai media di dunia, dilakukan terhadap sekitar 11,9 juta dokumen yang dibocorkan dari 14 perusahaan finansial.

Baca juga: PM Pakistan Janji Selidiki Warganya yang Ada di Pandora Papers

Meski tidak menyebut Raja Abdullah II melakukan tindakan kriminal, laporan Pandora Papers menyebut  raja Yordania itu membentuk jaringan perusahaan di luar negeri untuk membeli sejumlah rumah mewah mulai dari di Malibu, California, Washington, hingga London.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Dewan Bangsawan Yordania mengatakan laporan itu tidak akurat dan melebih-lebihkan fakta.

Dewan itu menegaskan Raja Abdullah II secara pribadi membeli properti-properti tersebut.

Dewan itu juga mengecam Pandora Papers karena secara gamblang mengungkapkan lokasi-lokasi properti milik raja dan menyebut hal itu sebagai pelanggaran keamanan yang luar biasa dan bisa mengancam keselamatan raja dan keluarganya.

"Upaya untuk mempermalukan Yordania telah terjadi selama beberapa waktu terakhir dan masih saja ada mereka yang berusaha menyabotase keluarga kerajaan," ujar Raja Abdullah II.

"Tidak ada yang saya sembunyikan," lanjutnya.

Dewan Bangsawan Yordania kemudian mengatakan bahwa bukan rahasia lagi bahwa Raja Abdullah II memiliki sejumlah apartemen dan rumah di Amerika Serikat (AS) dan Inggris. 

"Yang Mulia menggunakan properti-properti itu saat melakukan kunjungan resmi dan menjamu tamu negara. Raja dan keluarganya juga kerap menginap kala melakukan kunjungan untuk kepentingan pribadi," tegas Dewan Bangsawan Yordania.

Dewan itu melanjutkan lokasi properti itu tidak diungkapkan dengan alasan keamanan dan privasi bukan dalam upaya menyembunyikan keberadaan mereka.

"Karenanya, aksi mengungkapkan lokasi properti itu di media massa merupakan pelanggaran kemananan dan mengancam keselamatan Yang Mulia dan keluarganya," tegas Dewan Bangsawan Yordania. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT