04 October 2021, 08:20 WIB

Korut akan Pulihkan Komunikasi yang Terputus dengan Korsel


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un

KOREA Utara (Korut) akan memulihkan komunikasi lintas batas dengan Korea Selatan (Korsel) mulai Senin (4/10), setelah menghentikannya pada Agustus.

Keputusan itu muncul beberapa hari setelah Pyongyang memicu kekhawatiran internasional dengan serangkaian uji coba rudal dalam rentang beberapa minggu. Uji coba tersebut mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan darurat.

Kedua Korea telah mengisyaratkan perbaikan hubungan pada akhir Juli dengan mengumumkan pemulihan komunikasi lintas batas, yang terputus lebih dari setahun sebelumnya. Namun peredaan ketegangan tersebut berumur pendek, karena dua minggu kemudian, Korea Utara berhenti menjawab panggilan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan niat untuk memulihkan saluran komunikasi utara-selatan yang terputus, kata KCNA pada Senin (4/10) pagi. Langkah itu adalah upaya untuk membangun "perdamaian abadi" di semenanjung Korea.

"Organ-organ terkait memutuskan untuk memulihkan semua saluran komunikasi utara-selatan mulai pukul 09.00 pada 4 Oktober," ungkap KCNA.

Untuk diketahui, Pyongyang secara sepihak memutuskan semua hubungan komunikasi militer dan politik resmi pada Juni tahun lalu karena para aktivis mengirim selebaran anti-Pyongyang melintasi perbatasan.

Baca juga: Saudari Kim Jong Un Dapat Posisi Penting di Pemerintahan Korut

Kedua belah pihak mengatakan pada 27 Juli 2021, semua saluran telah dipulihkan.

Pengumuman bersama mereka, yang bertepatan dengan peringatan berakhirnya Perang Korea, merupakan perkembangan positif pertama sejak serangkaian pertemuan puncak antara Kim dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 2018 gagal mencapai terobosan signifikan.

Kementerian Unifikasi Seoul mengatakan para pemimpin melakukan panggilan telepon pertama pada pagi yang sama. Dan, Kementerian Pertahanan menambahkan bahwa hotline militer juga kembali beroperasi normal.

Kedua belah pihak juga mengungkapkan pada saat itu bahwa Kim dan Moon telah bertukar serangkaian surat sejak April. Mereka sepakat membangun kembali hotline akan menjadi langkah pertama yang produktif dalam memulai kembali hubungan antara kedua saingan yang, meskipun konflik 1950-53 mereka telah berakhir, secara teknis tetap berperang.

Namun komunikasi lintas batas hanya berlangsung selama dua minggu. Korea Utara mulai mengabaikan panggilan pada Agustus, yang mempermasalahkan latihan militer gabungan AS-Korea Selatan.

Pada periode sejak itu, Korea Utara mengadakan serangkaian uji coba rudal yang meningkatkan ketegangan.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT