30 September 2021, 15:52 WIB

Amerika Serikat Sebut Tidak Ada Niat Bermusuhan dengan Korea Utara


 Nur Aivanni | Internasional

STR /various sources/AFP
 STR /various sources/AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat menghadiri rapat Majelis Rakyat Agung dari Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK).  

AMERIKA Serikat (AS), pada Rabu (29/9), mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki niat bermusuhan terhadap Korea Utara dan tetap terbuka untuk gagasan negosiasi, setelah Kim Jong Un menyebut tawaran itu "tidak lebih dari trik kecil".

Kim menuduh pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengejar kebijakan bermusuhan terhadap negara bersenjata nuklirnya, meskipun pemerintah Biden telah berulang kali menawarkan untuk bertemu dengan pejabat Korea Utara tanpa prasyarat.

"Amerika Serikat tidak memiliki niat bermusuhan terhadap DPRK," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

"Kebijakan kami menyerukan pendekatan praktis dan terkalibrasi yang mengupayakan diplomasi yang serius dan berkelanjutan dengan DPRK untuk membuat kemajuan nyata yang meningkatkan keamanan Amerika Serikat, sekutu kami, dan pasukan kami yang dikerahkan," tuturnya.

Disampaikannya, pihaknya siap untuk bertemu dengan DPRK tanpa prasyarat.

"Kami berharap DPRK akan menanggapi secara positif penjangkauan kami," kata juru bicara itu, seraya menambahkan bahwa Washington mendukung kerja sama antar-Korea untuk membantu stabilitas di semenanjung itu.

Untuk diketahui, Kim telah menyatakan kesediaan untuk memulihkan jalur komunikasi Utara-Selatan pada awal Oktober 2021.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB akan bertemu pada Kamis (30/9) untuk membahas situasi di Korea Utara, kata para diplomat, setelah Pyongyang mengatakan pihaknya menguji rudal hipersonik.

Pertemuan itu -- yang diselenggarakan atas permintaan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis -- diperkirakan berlangsung pada Kamis (30/9) pagi secara tertutup, kata seorang diplomat kepada AFP, tanpa mengatakan apakah pembicaraan itu diperkirakan akan menghasilkan adopsi pernyataan bersama. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT