16 September 2021, 17:07 WIB

Taiwan Tingkatkan Anggaran Pertahanan Hingga Rp123 Triliun


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

AFP
 AFP
Pasukan militer Taiwan saat melakukan parade sekitar 2020 lalu.

OTORITAS Taiwan mengusulkan anggaran tambahan untuk sektor pertahanan sebesar NT$240 miliar atau sekitar Rp123 triliun dalam lima tahun ke depan. Penambahan anggaran itu termasuk untuk rudal baru, sebagai kebutuhan mendesak dalam menghadapi ancaman dari Tiongkok.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah memodernisasi angkatan bersenjata di negaranya dengan baik dan meningkatkan anggaran pertahanan sebagai prioritas. Khususnya, saat Tiongkok menggulirkan tekanan militer dan diplomatik terhadap Taiwan.

Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsi pemberontak yang harus dipersatukan kembali dengan daratan, bahkan dengan kekerasan jika perlu. Adapun rencana penambahan anggaran pertahanan perlu mendapat persetujuan dari parlemen Taiwan, di mana partai Tsai yang berkuasa memiliki suara mayoritas.

Baca juga: AS Tegaskan Tetap Dukung Taiwan Usai Tinggalkan Afghanistan

“Komunis Tiongkok terus berinvestasi besar-besaran dalam anggaran pertahanan nasional. Kekuatan militer mereka telah berkembang pesat. Mereka sering mengirim pesawat dan kapal untuk menyerang wilayah udara Taiwan,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Taiwan.

Wakil Menteri Pertahanan Taiwan Wang Shin-lung mengatakan bahwa semua senjata baru akan diproduksi di dalam negeri. Mengingat, Taiwan berupaya meningkatkan kemampuan industri domestik, sekalipun Amerika Serikat tetap berpeluang menjadi penyedia suku cadang dan teknologi.

Baca juga: Tiongkok Kerahkan Kapal Perusak Rudal ke Perairan Jepang

Taiwan telah menguji coba rudal jarak jauh baru di lepas pantai selatan dan timur. Walau belum memberikan rincian lebih lanjut, namun diplomat dan ahli menilai rudal tersebut kemungkinan dapat mencapai target jauh di Tiongkok.

Militer Taiwan diketahui sudah menggunakan kapal perang siluman kelas baru yang sangat gesit. Armada itu dikenal sebagai "pembunuh kapal induk", karena memiliki misil pelengkap. Belum lama ini, pasukan Taiwan melakukan simulasi untuk menangkis invasi, serta menembakkan artileri dari pantai ke laut.(Straitstimes/OL-11)

BERITA TERKAIT