16 September 2021, 14:14 WIB

Kapal Selam Nuklir Australia Dilarang Melewati Perairan Selandia Baru


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

Antara
 Antara
Ilustrasi

PERDANA Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan tidak akan mencabut larangan terhadap kapal bertenaga nuklir untuk memasuki perairannya, setelah Australia memutuskan untuk mengembangkan armada kapal selam nuklir.

Ardern mengatakan, Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah memberi tahu tentang rencana Canberra untuk mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir dengan bantuan Amerika Serikat dan Inggris.

Dia menggambarkan kesepakatan itu terutama seputar teknologi dan perangkat keras pertahanan, mengecilkan implikasi untuk kemitraan ‘Lima Mata’ dari AS, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

"Pengaturan ini sama sekali tidak mengubah hubungan keamanan dan intelijen kami dengan ketiga negara ini, serta Kanada," kata Ardern dalam sebuah pernyataan pada Kamis (16/9).

Baca juga : Gempa di Sichuan Tewaskan Tiga Orang, Ribuan Lainnya Dievakuasi

Namun dia juga mengatakan bahwa Selandia Baru akan mempertahankan larangan kapal bertenaga nuklir sejak tahun 1985, yang berarti Wellington tidak akan mengizinkan aset angkatan laut yang dikembangkan oleh Australia ke perairannya.

"Posisi Selandia Baru dalam kaitannya dengan larangan kapal bertenaga nuklir di perairan kita tetap tidak berubah," tegasnya.

Larangan itu diperkenalkan setelah uji coba nuklir Prancis di Pasifik dan menyebabkan kapal perang angkatan laut AS dilarang memasuki pelabuhan Selandia Baru selama lebih dari 30 tahun.

Kapal perusak USS Sampson berkunjung pada akhir 2016 tetapi hanya setelah perdana menteri saat itu John Key memberikan pengecualian khusus, dengan mengatakan dia 100% yakin kapal itu tidak bertenaga nuklir atau membawa senjata nuklir.

Kebijakan resmi AS adalah untuk tidak mengkonfirmasi atau menyangkal apakah kapalnya memiliki kemampuan nuklir. (Straitstimes/OL-2)

 

BERITA TERKAIT