16 September 2021, 12:51 WIB

Tahanan Palestina yang Kabur Mulai Gali Terowongan pada Desember


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Abbas Momani.
 AFP/Abbas Momani.
Seorang pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan ketika orang-orang berkumpul untuk mendukung tahanan Palestina yang dipenjara Israel.

TAHANAN Palestina yang melarikan diri dari penjara Israel dengan keamanan tinggi pada bulan ini mulai menggali terowongan pelarian mereka pada Desember tahun lalu. Enam narapidana melakukan pelarian dramatis dari penjara Gilboa di Israel utara pada 6 September setelah menggali terowongan di bawah wastafel di sel mereka demi kebebasan.

Pasukan keamanan Israel melancarkan perburuan besar-besaran untuk para pelarian di Israel dan Tepi Barat yang diduduki. Sejak itu tentara berhasil menangkap kembali empat dari mereka.

Para pengacara untuk dua dari mereka yang ditangkap, Mahmud Abdullah Ardah dan Yaqub Qadri, pada Rabu (15/9) mengungkapkan rincian pelarian mereka. "Mahmud mengatakan kepada saya bahwa dia mulai menggali (terowongan) pada Desember," kata pengacaranya, Roslan Mahajana, kepada AFP setelah mengunjunginya di tahanan.

Ardah mengaku sebagai arsitek pelarian itu. Dia menggunakan sendok, piring, dan bahkan pegangan ketel untuk menggali terowongan dari sel penjaranya.

"Mereka mulai menanyainya setelah penangkapannya karena mereka yakin dialah yang merencanakan dan melaksanakan operasi itu," kata pengacara itu. 

Pengacara Qadri memberikan laporan serupa tentang pelarian mereka. "Tuan Qadri mengatakan kepada saya bahwa proses ini dimulai pada 14 Desember dan inilah yang dia katakan kepada penyelidik Israel," kata Hanane Khatib, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Baca juga: Batal Rencana Mogok Makan Seribuan Tahanan Palestina di Penjara Israel

Dalam wawancara dengan televisi Palestina, pengacara tersebut mengatakan bahwa kliennya sangat senang meskipun dia ditangkap karena dia bisa berkeliaran selama lima hari sampai penangkapannya. Pengacara mengatakan para narapidana tidak berencana untuk melarikan diri pada 6 September, tetapi mereka bergegas melakukannya pada hari itu karena mereka takut penjaga menjadi curiga dan melihat perubahan di sel mereka. (OL-14)

BERITA TERKAIT