10 September 2021, 14:01 WIB

Kasus Covid-19 di Negara Bagian Victoria Australia Meningkat


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Ilustrasi

NEGARA bagian Victoria, Australia, melaporkan kenaikan satu hari terbesar dalam kasus covid-19 tahun ini, umumya di Melbourne, ketika sebagian besar wilayah lain di negara bagian itu keluar dari penguncian, Jumat (10/9).

Para pejabat telah mengumumkan rencana untuk mengeluarkan Melbourne dan Sydney dari penguncian yang diperpanjang dalam beberapa minggu mendatang, meskipun infeksi terus meningkat di kedua kota terbesar di negara itu.

Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews, melaporkan 334 kasus baru yang didapat secara lokal dan satu kematian. Dia mengatakan pembatasan penguncian di Melbourne tidak akan dilonggarkan, sampai 70% dari populasi orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis vaksin. Ditargetkan pada 23 September target tersebut tercapai.

Sementara itu, pada Kamis, Perdana Menteri New South Wales Gladys Berejiklian mengatakan bisnis di Sydney dapat dibuka kembali setelah 70% populasi orang dewasa di negara bagian itu sudah divaksin lengkap. Target tersebut akan dicapai sekitar pertengahan Oktober.

Pada Jumat, Berejiklian membantah menentang saran pejabat kesehatan negara bagian, yang ingin pembatasan dilonggarkan jik tingkat vaksinasi mencapai 80%.

"Kami selalu menyeimbangkan risiko kesehatan dengan kesehatan mental dan kemampuan untuk bergerak bebas dan hidup dengan covid," kata Berejiklian kepada Nine News. "Kami jelas berada dalam fase transisi dan itu akan menjadi tantangan," tambahnya.

Ibu kota Australia, Canberra, juga menjadi sasaran tindakan penguncian karena wabah varian delta. Namun, sebagian besar kota lainny menikmati kehidupan bebas covid-19.

Untuk diketahui, jumlah total infeksi virus korona di Australia mencapai 68.400 kasus, dengan 1.067 kematian. (CNA/OL-13)

Baca Juga: Penerbangan Afghanistan Berisi 100 Penumpang Asing Mendarat di Doha

BERITA TERKAIT