02 September 2021, 18:40 WIB

Media Saudi Sebut Turki Cegah Dua Anggota Ikhwanul Muslimin Pergi


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Bulent Kilic.
 AFP/Bulent Kilic.
Juru bicara Ikhwanul Muslimin Mesir Talaat Fahmy berbicara selama wawancara di kantornya pada 19 Januari 2021, di Istanbul.

TURKI mencegah dua anggota Ikhwanul Muslimin meninggalkan negara tersebut. Sumber mengatakan itu kepada media Al-Arabiya dan Al-Hadath milik Arab Saudi pada Selasa (31/8).

Pasangan itu, Yehia Mousa dan Alaa Al-Samahi, dituduh oleh otoritas Mesir mendalangi pembunuhan mantan jaksa agung Mesir Hisham Barakat pada 2015. Mousa dan Al-Samahi dilaporkan berada di Turki sejak pembubaran aksi duduk Ikhwanul Muslimin yang dicap teroris di Kairo pada Agustus 2013. Aksi duduk selama 45 hari itu diselenggarakan di alun-alun Rabaa dan Al-Nahda setelah penggulingan Presiden Islamis Mohamed Morsi pada 30 Juni 2013.

Larangan keberangkatan yang diberlakukan oleh otoritas Turki kepada Mousa dan Al-Samahi akan berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut, sumber tersebut menambahkan sebagaimana dikutip media Mesir Ahram. Sumber tersebut juga mengatakan kepada kedua media Saudi itu bahwa sejumlah kantor dan rumah Ikhwanul Muslimin di Turki telah ditutup dan dievakuasi selama dua minggu terakhir atas perintah dari pihak berwenang Turki.

Mesir dan Turki sedang mempersiapkan putaran kedua dari yang mereka sebut pembicaraan eksplorasi pada 7-8 September di Ankara. Pertemuan itu untuk membahas hubungan bilateral antara kedua negara dan sejumlah masalah regional.

Hubungan Mesir dengan Turki telah tegang sejak penggulingan Morsi yang didukung oleh pemerintah perdana menteri saat itu Recep Tayyip Erdogan. Pembicaraan eksplorasi datang ketika Turki berusaha untuk mengakhiri perbedaannya--yang telah berdampak pada ekonominya--dengan kekuatan regional atas beberapa krisis di wilayah tersebut.

Putaran kedua pembicaraan terjadi empat bulan setelah pejabat diplomatik Mesir dan Turki menyimpulkan dua hari konsultasi politik di Kairo tentang normalisasi hubungan. Pembicaraan itu digambarkan oleh kedua belah pihak sebagai terus terang dan mendalam. Keduanya membahas masalah bilateral serta sejumlah masalah regional, khususnya situasi di Suriah dan Irak, serta kebutuhan untuk mencapai perdamaian dan keamanan di kawasan Mediterania Timur.

Baca juga: Mesir Bersihkan Masjid dari Buku Salafi dan Ikhwanul Muslimin

Ankara, menjelang pembicaraan eksplorasi pertama, dilaporkan meminta kanal yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin dan berbasis di Istanbul untuk meredam kritik mereka terhadap pemerintah Mesir. Ini karena Turki berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Kairo. (OL-14)

BERITA TERKAIT