20 August 2021, 21:44 WIB

Serangan Israel di Suriah Tewaskan Empat Pejuang Pro-Iran


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/SANA.
 AFP/SANA.
Foto yang dirilis Kantor Berita Arab Suriah (SANA) pada Jumat (20/8) menunjukkan titik terang di ibu kota Damaskus.

SERANGAN udara Israel di Suriah telah menewaskan empat pejuang pro-Iran yang bersekutu dengan rezim Damaskus, kata pemantau perang yang berbasis di Inggris, Jumat (20/8).

Media pemerintah Suriah sebelumnya mengatakan sistem pertahanan udaranya menyerang target musuh di ibu kota Damaskus pada Kamis malam.

"Musuh Israel melancarkan serangan udara menargetkan posisi di dekat Damaskus dan di sekitar kota Homs," kata seorang sumber militer kepada kantor berita negara SANA.

"Pertahanan udara kami menanggapi rudal dan menembak sebagian besar dari mereka."

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan rudal Israel telah menargetkan gudang senjata dan posisi militer milik gerakan Syiah Hizbullah Libanon, di daerah Qarah di barat laut provinsi Damaskus, dekat provinsi Homs dan perbatasan Libanon.

Serangan itu telah menewaskan empat anggota kelompok yang didukung Iran, tetapi tidak segera jelas mereka orang Suriah atau Libanon, kata pemantau perang yang berbasis di Inggris.

Media Libanon juga sebelumnya melaporkan dua rudal jatuh di wilayah Qalamoun.

Tentara Israel jarang mengakui serangannya di Suriah dan seorang juru bicara mengatakan kepada AFP bahwa mereka tidak mengomentari informasi media asing.

Namun, sejak dimulainya perang di Suriah sepuluh tahun lalu, Israel telah melakukan ratusan serangan udara di wilayah Suriah, menargetkan posisi rezim serta pasukan sekutu Iran dan anggota Hizbullah.

Israel secara teratur mengatakan tidak akan membiarkan Suriah menjadi benteng musuh bebuyutannya Iran.

Konflik Suriah, yang dimulai pada 2011 dengan represi rezim terhadap protes prodemokrasi, telah berkembang semakin kompleks selama dekade terakhir, menarik lebih banyak pihak.

Baca juga: Pertahanan Udara Suriah Tembak Jatuh Rudal Israel

Menurut Observatorium, perang telah menewaskan hampir setengah juta orang. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT