09 August 2021, 08:56 WIB

Wuhan Rampungkan Tracing Covid-19 terhadap 11 Juta Penduduk


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Warga mengantre untuk tes virus corona Covid-19 di gym sebuah perusahaan di Wuhan di provinsi Hubei tengah Tiongkok, Kamis (5/8)

Pihak berwenang di Kota Wuhan, Tiongkok, pada Minggu, mengatakan mereka telah menyelesaikan pengujian untuk covid-19 di seluruh kota, terhadap lebih dari 11 juta orang.

Menurut Xinhua yang dikelola pemerintah, dalam konferensi pers, pejabat senior Wuhan Li Tao mengatakan bahwa pengujian tersebut - yang dimulai pada Selasa - pada dasarnya memberikan cakupan penuh dari semua penduduk di kota kecuali untuk anak-anak di bawah usia enam tahun dan siswa pada liburan musim panas mereka.

Dilaporkan Xinhua, pada Sabtu, kota itu telah mencatat 37 kasus covid-19 yang ditularkan secara lokal. Menemukan 41 pembawa tanpa gejala lokal dalam putaran pengujian massal terbaru.

Pekan lalu, pejabat kota mengumumkan bahwa tujuh infeksi menular lokal telah ditemukan di antara pekerja migran di Wuhan. Itu memecahkan rekor selama setahun tanpa kasus domestik, setelah menekan wabah awal dengan penguncian yang belum pernah terjadi sebelumnya pada awal 2020.

Pihak berwenang mengatakan mereka dengan cepat memobilisasi lebih dari 28.000 petugas kesehatan di sekitar 2.800 lokasi untuk melakukan pengujian covid-19.

Tiongkok menurunkan kasus domestik menjadi hampir nol setelah virus korona pertama kali muncul di kota itu pada akhir 2019. Hal itu kemudian memungkinkan ekonomi untuk pulih dan kehidupan sebagian besar kembali normal.

Tetapi wabah baru telah merusak rekor itu, ketika varian Delta yang menyebar cepat mencapai puluhan kota. Awal muncul infeksi di antara petugas kebersihan bandara di Nanjing. Kondisi itu kemudian memicu serangkaian kasus yang telah dilaporkan di seluruh negeri.

Tiongkok sejak itu mengurung penduduk di seluruh kota di rumah mereka, memutus jaringan transportasi domestik dan meluncurkan pengujian massal saat memerangi wabah, yang terbesar dalam beberapa bulan.

Beijing juga telah memperketat pembatasan perjalanan ke luar negeri, bagi warganya sebagai bagian dari upaya untuk menahan kasus yang meningkat.

Otoritas imigrasi Tiongkok, pada Rabu, mengumumkan akan berhenti mengeluarkan paspor biasa dan dokumen lain yang diperlukan untuk keluar dari negara itu. Khususnya untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak darurat. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Sukses Digelar, BBPP Ketindan Kawal Pelatihan Petani dan Penyuluh Gelombang 1-3

BERITA TERKAIT