04 August 2021, 11:35 WIB

Wapres AS Tolak Klaim Tiongkok di Laut China Selatan Selama Kunjungan ke Asia


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

MANDEL NGAN / AFP
 MANDEL NGAN / AFP
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris. 

WAKIL Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris akan fokus membela aturan internasional di Laut China Selatan, memperkuat kepemimpinan AS di kawasan itu dan memperluas kerja sama dalam masalah keamanan selama perjalanannya ke Vietnam dan Singapura.

Perjalanan ini akan menjadi yang pertama bagi Harris ke kawasan tersebut, menjadikannya satu-satunya wakil presiden AS yang mengunjungi Vietnam dan bertujuan untuk menggalang dukungan internasional untuk melawan pengaruh global Tiongkok yang berkembang.

“Negara-negara tersebut adalah mitra penting bagi Amerika Serikat karena lokasi mereka, ukuran ekonomi mereka, hubungan perdagangan mereka dengan Amerika Serikat dan kemitraan keamanan pada isu-isu seperti Laut Cina Selatan,” kata seorang pejabat senior Gedung Putih.

Mantan musuh AS, Vietnam telah muncul sebagai mitra kunci AS dan penentang vokal klaim teritorial Tiongkok di Laut China Selatan.

Beberapa negara di kawasan itu sebagian besar menyambut kehadiran AS dalam menghadapi militerisasi jalur air Beijing dan armada penjaga pantai serta penangkapan ikannya yang luas.

"Kami tidak ingin melihat negara mana pun mendominasi wilayah itu atau mengambil keuntungan dari situasi kekuasaan untuk mengkompromikan kedaulatan negara lain," tuturnya.

"Wakil Presiden akan menggarisbawahi bahwa harus ada jalur bebas untuk perdagangan, di seluruh Laut Cina Selatan, dan tidak ada satu negara pun yang boleh tidak menghormati hak orang lain," tambahnya.

Angkatan Laut AS telah mempertahankan pola operasi kebebasan navigasi yang stabil di Laut Cina Selatan dan dekat Taiwan, tetapi ini tampaknya tidak banyak membantu Beijing.

Perjalanan Harris akan mengikuti salah satu yang dilakukan Menteri Pertahanan Lloyd Austin minggu lalu ke Hanoi, di mana ia berusaha untuk mendorong hubungan keamanan yang semakin dalam di tengah kekhawatiran bersama tentang kegiatan Tiongkok di Laut China Selatan.

Hal ini juga akan mengikuti pembicaraan tingkat tinggi di Kota Tianjin di Tiongkok utara antara Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman dan diplomat senior Tiongkok, yang berakhir dengan kedua belah pihak mengisyaratkan bahwa yang lain harus membuat konsesi untuk meningkatkan hubungan.

Ini bukan pertemuan pertama Harris dengan para pemimpin di Asia. Dia sebelumnya telah mengadakan pertemuan bilateral secara langsung dan virtual dari Gedung Putih dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In dan Perdana Menteri Jepang Suga Yoshihide.

“Pandemi, vaksinasi, dan kualitas vaksin juga akan menjadi prioritas utama Wakil Presiden,” ujar pejabat itu.

Bulan lalu, AS mengirimkan 3 juta dosis vaksin Moderna Covid-19 ke Vietnam, sehingga total sumbangan ke negara Asia Tenggara itu menjadi 5 juta dosis.

Harris akan bertemu dengan para pemimpin pemerintah, sektor swasta dan masyarakat sipil di kedua negara. Dia berangkat dari AS pada 20 Agustus, tiba di Singapura pada 22 Agustus. Dia akan mengunjungi Vietnam pada 24 Agustus dan berangkat pada 26 Agustus. (Aiw/CNA/OL-09)

BERITA TERKAIT