02 July 2021, 16:55 WIB

Covid-19 Melonjak, PM Jepang: Olimpiade Bisa Tanpa Penonton


Ilham Ananditya | Internasional

 Kazuhiro NOGI / AFP
  Kazuhiro NOGI / AFP
Suasana Jepang

PERDANA Menteri Jepang mengumumkan bahwa Olimpiade Tokyo dapat diadakan secara tertutup, mengingat meningkatnya kasus Covid-19 hanya dalam waktu tiga minggu sebelum Olimpiade dimulai.

Satu bulan yang lalu, pihak penyelenggara Olimpiade juga sudah menetapkan batas penonton yang dapat hadir, dengan hanya 10.000 penggemar atau setengah dari kapasitas masing-masing tempat di Olimpiade karena pandemi.

Tetapi PM Jepang, Yoshihide Suga kembali memperingatkan pernyataannya bahwa penonton tidak akan dapat hadir menonton secara langsung apabila situasi memburuk. Pemerintah memperkirakan akan memperluas tindakan protokol pembatasan yang mencakup Tokyo.

“Ada kemungkinan tidak ada penonton. Kami akan bertindak atas keselamatan dan keamanan rakyat Jepang sebagai prioritas utama kami.” kata Suga dalam pernyataan resmi mengenai Olimpiade pada Kamis (1/7) lalu.

Dilansir Media Yomiuri Shimbun pada Jumat (2/7), dikatakan bahwa penonton dapat dilarang hadir untuk acara malam hari atau jika lokasinya berada di acara-acara besar.

Baca juga: Federer dan Djokovic Dipastikan Tampil di Olimpiade Tokyo

“Kasus Covid-19 meningkat di Tokyo dan sekitarnya dan masyarakat ingin langkah-langkah pencegahan atau pembatasan untuk diperkuat,” menurut laporan media Yomiuri.

Kasus Covid-19 telah meningkat di Jepang sejak keadaan darurat dicabut bulan lalu dan diganti dengan pembatasan yang lebih longgar sampai 11 Juli nanti.

Pemerintah berkemungkinan memperpanjang pembatasan itu pada pernyataan resmi di minggu depan, artinya pembatasan itu masih bisa berlaku saat Olimpiade dibuka pada 23 Juli mendatang.

Setidaknya sudah sekitar 11 persen dari populasi masyarakat Jepang sudah divaksinasi lengkap. Dan sampai sekarang hanya 5.000 penonton yang diizinkan untuk dapat hadir menonton Olimpiade, di sisi lain juga mengharuskan restoran dan bar tutup lebih awal.

Wabah virus di Jepang tidak separah di banyak negara, dengan sekitar 14.800 kematian secara keseluruhan, tetapi para ahli memperingatkan bahwa gelombang Covid-19 lain dapat meluas selama penyelenggaraan Olimpiade.(OL-4)

BERITA TERKAIT