19 June 2021, 23:27 WIB

Saudi Hancurkan 10 Pesawat tanpa Awak dari Huthi Yaman


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Saudi Ministry of Media.
 AFP/Saudi Ministry of Media.
Puing-puing pesawat tak berawak yang digunakan Huthi dalam serangan di Bandara Internasional Abha, Provinsi Asir selatan, Saudi.

PERTAHANAN udara Saudi pada Sabtu (19/6) mencegat dan menghancurkan 10 pesawat tak berawak yang ditembakkan ke kerajaan oleh pemberontak Huthi di Yaman. Media pemerintah Saudi melaporkan dengan mengutip koalisi militer pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak itu.

Saudi Press Agency melaporkan bahwa tujuh drone menargetkan wilayah di selatan Arab Saudi. Tiga menargetkan wilayah Khamis Mushait serta bagian selatan dan rumah bagi instalasi militer, katanya.

"Operasi intersepsi berhasil," kata koalisi dalam pernyataan. Ia menambahkan bahwa pesawat tak berawak itu dikemas dengan bahan peledak dan tujuh jatuh di wilayah udara Yaman.

Sabtu pagi, pemberontak Huthi yang didukung Iran men-tweet bahwa satu pesawat tak berawak diluncurkan di pagi hari menuju pangkalan udara Raja Khaled di Khamis Mushait.

Perkembangan itu datang saat dorongan diplomatik oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat, dan negara-negara regional untuk mengamankan gencatan senjata di Yaman setelah lebih dari enam tahun konflik yang menghancurkan telah gagal.

Utusan PBB untuk Yaman Martin Griffiths pada Selasa mengatakan kepada Dewan Keamanan usahanya sendiri selama tiga tahun terakhir untuk mengakhiri perang telah sia-sia. "Dengan sangat menyesal saya melaporkan hari ini bahwa para pihak belum mengatasi perbedaan mereka," kata Griffiths.

Yaman telah dihancurkan oleh perang saudara antara pemerintah yang didukung Saudi dan Huthi yang didukung Iran sejak 2014. Jutaan warga sipil berada di ambang kelaparan, menurut PBB.

Koalisi yang dipimpin Saudi telah mengendalikan wilayah udara Yaman sejak meluncurkan kampanye militer pada 2015 untuk menopang pemerintah negara yang diakui secara internasional. Huthi telah berulang kali menuntut pembukaan kembali bandara Sanaa sebelum gencatan senjata.

"Kami telah menawarkan solusi yang berbeda untuk menjembatani posisi (pemerintah dan Huthi). Sayangnya, tidak satu pun dari saran ini yang diterima oleh para pihak," kata Griffiths, Selasa.

Baca juga: 14 Warga Sipil Yaman Tewas, Diduga Serangan Kelompok Huthi

 

"Saya berharap upaya yang dilakukan oleh Oman dan lainnya setelah kunjungan saya sendiri ke Sanaa dan Riyadh akan membuahkan hasil," tambahnya merujuk pada upaya mediasi. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT