16 June 2021, 22:20 WIB

Tentara Israel Tembak Wanita Palestina yang Diduga Ingin Menyerang


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Ahmad Gharabli.
 AFP/Ahmad Gharabli.
Pasukan keamanan Israel dan petugas forensik berkumpul di dekat mobil yang dianggap ingin menyerang.

SEORANG wanita Palestina ditembak mati di Tepi Barat pada Rabu (16/6). Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan hal itu.

Tentara Israel mengatakan dia telah mencoba untuk menabrak tentara dengan mobil. "Seorang penyerang tiba di mobilnya dan berusaha menabrak sejumlah tentara IDF di dekat Hizma, selatan Ramallah, sebelum dia keluar dari kendaraannya dengan pisau terhunus."

"Para prajurit membalas dengan tembakan ke arah penyerang dan menetralisasinya," katanya.

Baca juga: Kawal Pawai, Polisi Israel Bentrok dengan Demonstran Palestina

 

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan wanita itu meninggal karena luka-lukanya. "Penghubung sipil Palestina memberi tahu kementerian kesehatan tentang kematian seorang wanita yang ditembak oleh (pasukan Israel) di Hizma," katanya dalam pernyataan mengutip organisasi yang berkoordinasi dengan Israel tentang masalah militer dan sipil mengenai Tepi Barat yang diduduki.

Situs berita resmi Palestina Wafa mengidentifikasi wanita itu sebagai Mai Afana, 29, dari kota Abu Dis, yang terletak di sebelah timur Jerusalem. Keluarganya menolak klaim bahwa dia telah melancarkan serangan.

"Menurut informasi yang kami miliki, Mai mengambil jalan ini secara tidak sengaja dan tidak berusaha melakukan serangan seperti yang diklaim oleh pendudukan (pasukan Israel)," kata pamannya Hani Afana kepada AFP. "Mai baru saja lulus dari suatu universitas di Yordania, memiliki seorang putri berusia empat tahun, dan tidak memiliki masalah," katanya. Dia ingin keadaan kematiannya diselidiki.

Baca juga: Penjaga Perbatasan Israel Tembak Wanita Palestina Bawa Pisau

 

Insiden itu terjadi di tengah ketegangan baru antara Israel dan Palestina. Israel melakukan serangan udara Rabu pagi yang menargetkan kompleks militer Hamas di Jalur Gaza setelah orang-orang di wilayah Palestina meluncurkan balon pembakar ke Israel selatan.

Balon, yang menurut Israel menyebabkan lebih dari 20 kebakaran, dikirim setelah pawai oleh ultranasionalis Israel di Kota Tua Jerusalem pada Selasa. Itu merupakan gejolak pertama dalam kekerasan antara Israel dan militan Palestina di Gaza sejak gencatan senjata 21 Mei mengakhiri 11 hari pertempuran sengit antara kedua belah pihak.

Serangan Israel di Jalur Gaza antara 10 hingga 21 Mei menewaskan 260 warga Palestina termasuk beberapa pejuang, kata pihak berwenang Gaza. Di Israel, 13 orang tewas dalam pertempuran itu, termasuk seorang tentara, oleh roket dan rudal yang ditembakkan dari Gaza, kata polisi dan tentara. (OL-14)

BERITA TERKAIT