16 June 2021, 20:15 WIB

Dua dari Tujuh Kandidat Mundur dari Pilpres Iran


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Morteza Fakhri Nezhad.
 AFP/Morteza Fakhri Nezhad.
Alireza Zakani.

MENJELANG pemilihan presiden Iran, dua dari tujuh orang yang bersaing untuk jabatan itu mundur dari pemilihan pada Rabu (16/6). Anggota parlemen konservatif Alireza Zakani mundur beberapa jam setelah reformis Mohsen Mehralizadeh juga menyerah menjelang pemungutan suara yang akan digelar pada Jumat (18/6), menurut media Iran.

Dengan begitu, ada lima kandidat yang tersisa dalam persaingan. Kepala kehakiman ultrakonservatif Ebrahim Raisi, 60, dipandang sebagai favorit setelah politisi terkemuka lain dilarang mencalonkan diri.

Zakani dikutip mengatakan tentang Raisi kepada seorang reporter televisi pemerintah. "Saya percaya dia memenuhi syarat dan akan memilih dia. Saya berharap reformasi mendasar terjadi di negara dengan dia terpilih."

Beberapa jam sebelumnya, mantan wakil presiden Mehralizadeh, 64, juga telah mengundurkan diri, kata kantor berita IRNA dan ISNA tanpa memberikan alasan. Mehralizadeh ialah salah satu dari hanya dua reformis yang diizinkan mencalonkan diri untuk menggantikan Presiden Hassan Rouhani yang telah menjabat dua periode berturut-turut.

Baca juga: Para Aktivis Tuding Capres Favorit Iran Pelanggar HAM Berat

 

Kepergiannya hanya menyisakan satu kandidat yang dianggap reformis dalam persaingan tersebut ialah mantan kepala bank sentral Abdolnasser Hemmati. Pemilihan itu dilakukan saat Teheran sedang dalam pembicaraan dengan kekuatan dunia yang bertujuan menyelamatkan kesepakatan nuklir pada 2015. Menurut beberapa jajak pendapat yang tersedia, pemilih yang abstain alias golput bisa melebihi rekor 57% yang tercatat dalam pemilihan parlemen tahun lalu. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT