16 June 2021, 14:55 WIB

Myanmar Laporkan Kasus Varian Baru Covid-19


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

AFP
 AFP
Petugas medis di Myanmar melakukan vaksinais covid-19 kepada lansia.

MYANMAR mengumumkan deteksi pertama terhadap tiga varian baru covid-19 di lima kota. Tes laboratorium yang dilakukan Pusat Penelitian Medis Layanan Pertahanan di bawah Kementerian Pertahanan melaporkan 11 kasus varian covid-19.

Rincian kasus ditemukan di wilayah Yangon, Mandalay, Myeik bagian selatan, barat laut Tamu dan wilayah Kalay dekat perbatasan Myanmar-India. "Dalam hal strain yang bermutasi, kami menemukan dari tes bahwa dua orang terinfeksi varian Alpha, lima dengan varian Delta dan empat dengan Kappa," bunyi keterangan Kementerian Kesehatan Myanmar.

Baca juga: Ribuan Orang Myanmar Masuk ke India, Pejabat India Mulai Khawatir

Kemudian, salah satu kasus infeksi varian baru merupakan warga Yangon yang pulang dari luar negeri. Otoritas Myanmar memperingatkan warga untuk menerapkan protokol kesehatan ketat, agar terhindar dari risiko penularan covid-19. 

Apalagi, varian baru seperti Alpha dan Delta dapat menyebabkan tingkat infeksi dan kematian yang lebih tinggi. Dalam rapat koordinasi, Menteri Kesehatan Ol Thet Khine Win meminta petugas medis untuk segera mempersiapkan rumah sakit, pusat perawatan dan karantina. Dalam hal ini, bekerja sama dengan otoritas regional.

Pemerintah juga siap mengirim peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan covid-19 ke sejumlah daerah yang terinfeksi dan daerah terpencil. Termasuk, mengirimkan alat tes cepat antigen.

Baca juga: Junta Myanmar Abaikan Lima Konsensus yang Diajukan ASEAN

Myanmar melaporkan 225 kasus baru pada Selasa waktu setempat. Dengan begitu, total kasus positif covid-19 di negara itu mencapai 146.051 orang. Adapun kasus kematian tercatat 3.248 orang.

Negara ini telah menangguhkan beberapa penerbangan domestik sejak akhir Mei. Myanmar juga melarang kunjungan dari negara tetangga India dan Bangladesh sejak 27 April. Pemerintah telah melakukan vaksinasi covid-19 buatan AstraZeneca dan Sinopharm yang mencapai 3,2 juta dosis.(Straitstimes/OL-11)
 

BERITA TERKAIT