16 June 2021, 13:07 WIB

Pesawat Tempur Tiongkok Langgar Wilayah Udara Taiwan


 Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

Mandy CHENG / AFP
 Mandy CHENG / AFP
Anggota Angkatan Laut Taiwan memberi penghormatan kepada bendera nasional di Pangkalan Luat Tsoying, Kaohsiung, Taiwan.  

PEMERINTAH Tiongkok mengatakan bahwa pihaknya tidak mentolelir campur tangan pasukan asing dalam masalah Taiwan dan harus memberi tanggapan keras terhadap tindakan “kolusi” semacam itu.

Sebaliknya pemerintah Taiwan mengatakan bawha sebanyak 28 pesawat angkatan udara Tiongkok, termasuk pesawat tempur dan pembom berkemampuan nuklir, memasuki zona identifikasi pertahanan udara (Adiz) Taiwan pada Selasa (15/6).

Insiden itu terjadi setelah para pemimpin G-7 mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu (13/6) yang menegur Tiongkok atas serangkaian masalah serta menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Tiongkok merespon komentar tersebut sebagai fitnah.

Saat ditanya pada konferensi pers apakah kegiatan militer itu terkait dengan pernyataan G-7, juru bicara Kantor Urusan Taiwan Tiongkok Ma Xiaoguang, mengatakan bahwa pemerintah Taiwan yang harus disalahkan atas ketegangan tersebut.

Beijing percaya pemerintah pulau itu bekerja dengan negara-negara asing untuk mencari kemerdekaan formal.

"Kami tidak akan pernah mentolerir upaya untuk mencari kemerdekaan atau intervensi serampangan dalam masalah Taiwan oleh pasukan asing, jadi kami perlu membuat tanggapan yang kuat terhadap tindakan kolusi ini," kata Ma.

Taiwan yang diperintah secara demokratis telah mengeluh selama beberapa bulan terakhir tentang misi berulang oleh angkatan udara Tiongkok di dekat pulau wilayahnya, yang terkonsentrasi di bagian barat daya zona pertahanan udaranya di dekat Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan.

Namun, kali ini pesawat Tiongkok tidak hanya terbang di daerah yang dekat dengan Kepulauan Pratas.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pesawat pengebom dan beberapa pesawat tempur terbang di sekitar bagian selatan Taiwan di dekat ujung bawah kepulauan itu.

Fly-by terjadi pada hari yang sama saat Angkatan Laut AS mengatakan sebuah kelompok kapal induk telah memasuki Laut Cina Selatan sebagai bagian dari "misi rutin".

Seorang pejabat senior yang akrab dengan perencanaan keamanan Taiwan mengatakan bahwa para pejabat percaya Tiongkok mengirim pesan ke Amerika Serikat ketika kelompok kapal induk itu berlayar melalui Selat Bashi, yang memisahkan Taiwan dari Filipina dan mengarah ke Laut China Selatan.

"Ini intimidasi strategis militer AS. Mereka ingin Amerika Serikat memperhatikan kemampuan mereka dan menahan perilaku mereka,” ujarnya.

Taiwan perlu secara khusus memperhatikan fakta bahwa militer Tiongkok telah mulai melakukan latihan di Adiz tenggara Taiwan, tambah sumber itu.

“Ini sampai tingkat tertentu menargetkan penempatan kami di timur dan meningkatkan tekanan pertahanan udara di sekitar Adiz kami,” ujar sumber tersebut.

Pantai timur Taiwan adalah rumah bagi dua pangkalan udara utama dengan gantungan yang digali dari sisi pegunungan untuk memberikan perlindungan jika terjadi serangan Tiongkok. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

BERITA TERKAIT