30 May 2021, 11:29 WIB

Pesawat Kargo Tiongkok Mendarat di Modul Stasiun Luar Angkasa


Henry Hokianto | Internasional

AFP/STR
 AFP/STR
Roket Long March 7 yang membawa pesawat kargo Tianzhou-2 bertolak dari pusat peluncuran Wenchang, Hainan, Tiongkok.

PESAWAT kargo luar angkasa Tiongkok yang membawa peralatan dan persediaan telah berhasil merapat dengan modul inti stasiun luar angkasa, yang di masa depan akan menjadi stasiun luar angkasa negara Asia tersebut. Pesawat kargo luar angkasa tersebut dikabarkan tiba pada Minggu (30/5), menurut media pemerintah.

Roket Long March 7, yang membawa pesawat kargo Tianzhou-2, yang diisi dengan persediaan barang-barang penting seperti makanan, perlengkapan yang dibutuhkan, dan bensin.

Roket itu meluncur pada Sabtu (29/5) malam dari lokasi peluncuran Wenchang di pulau tropis bagian selatan Hainan, berdasarkan laporan kantor berita Xinhua.

Baca juga: Murid SD di Guangzhou Positif Covid-19

Dikutip dari Badan Antariksa Berawak Tiongkok (CMSA), pelabuhan dengan modul inti stasiun luar angkasa Tianhe selesai pada pukul 5:01 waktu Beijing atau pada Sabtu 7.01 WIB.

Tiongkok memerlukan total 10 misi untuk menyelesaikan perakitan stasiun luar angkasa yang akan diberi bernama Tiangong, yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti “Istana Langit”. Stasiun tersebut juga diperkirakan akan bisa beroperasi sepenuhnya pada 2022.

Setelah selesai, stasiun tersebut diharapkan akan tetap berada di orbit rendah Bumi selama 15 tahun.

Dengan akan pensiunnya stasiun luar angkasa internasional pada 2028, Tiangong mungkin bisa menjadi satu-satunya pos manusia di orbit Bumi.

Setelah keberhasilan pesawat kargo tersebut berlabuh, Tiongkok berencana untuk memulai persiapan untuk mengirim 3 astronot untuk membongkar muatan yang telah diangkut tersebut. Di dalamnya terdapat makanan berupa daging babi suwir dengan saus bawang putih dan ayam Kung Pao, berdasarkan laporan agensi tersebut.

“Kami akan mengangkut bahan-bahan pendukung seperti beberapa spare part serta perlengkapan yang diperlukan, lalu setelah itu baru mengirimkan awak kapal,” lapor Xinhua mengutip ucapan direktur CMSA Hao Chun.

Beijing telah gencar-gencarnya meningkatkan program luar angkasa dalam upaya mereka menggantikan para pelopor program luar angkasa yaitu, Rusia dan Amerika Serikat (AS) dengan proyek-proyek ambisius di orbit Bumi dan pendaratan pesawat tanpa awak di Bulan dan Mars.

Pada awal bulan ini, Tiongkok juga mendaratkan penjelajah Zhurong di Mars, dan menjadi negara ketiga yang berhasil mendaratkan pesawat di planet merah itu setelah AS dan Rusia.

Sayangnya, gerakan tersebut tengah menerima teguran keras dari AS dan beberapa ahli karena Tiongkok dianggap berpotensi untuk melanggar etika ruang angkasa karena membiarkan segmen roket yang sangat besar terjun bebas ke Bumi, awal bulan ini, setelah meluncurkan modul inti Tianhe.

Pihak pemerintah di Tiongkok telah mengatakan bahwa mereka terbuka untuk kolaborasi dengan negara lain di stasiun luar angkasa mereka, tetapi ruang lingkup kerja samanya masih belum jelas.

Beberapa badan antariksa di Eropa telah mengirim sejumlah astronot mereka ke Tiongkok untuk berlatih bekerja di dalam Tiangong jika sudah siap digunakan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT