26 May 2021, 17:36 WIB

Presiden Iran Desak Kompetisi Lebih Menantang pada Pilpres Juni


Nur Aivanni | Internasional

AFP/Iranian Presidency.
 AFP/Iranian Presidency.
Hassan Rouhani.

PRESIDEN Iran Hassan Rouhani, pada Rabu (26/5), meminta pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk memastikan kompetisi yang lebih besar dalam pemilihan pada Juni. Ini disampaikannya setelah banyak calon terkemuka dilarang mencalonkan diri.

"Inti dari pemilihan yakni persaingan," kata Rouhani pada rapat kabinet yang disiarkan televisi. "Saya mengirim surat kepada pemimpin tertinggi kemarin tentang yang ada dalam pikiran saya dan apakah dia dapat membantu," ucapnya.

Pada Selasa, Dewan Penjaga Iran menyetujui tujuh orang untuk mencalonkan diri dalam pemilihan pada 18 Juni untuk menggantikan Rouhani. Badan itu mendiskualifikasi konservatif moderat Ali Larijani, ketua parlemen lama dan sekutu Rouhani, serta wakil presiden pertamanya, Eshaq Jhangiri, di antara nama-nama terkenal lain.

Itu merupakan langkah mengejutkan yang dapat membuka jalan bagi kepala peradilan ultrakonservatif Ebrahim Raisi. Raisi memenangkan 38% suara dalam pemilihan presiden 2017, tetapi dikalahkan oleh Rouhani, membuatnya menjadi calon terdepan tahun ini.

Baca juga: Bocornya Rekaman untuk Halangi Menlu Zarif Maju Pilpres Iran?

 

Rouhani mengatakan bahwa pemimpin tertinggi jarang melakukan intervensi dalam persetujuan kandidat untuk pemilihan sebelumnya, tetapi mengatakan ada kalanya dia menambahkan kembali seseorang dengan perintah.

 

Itu terjadi pada 2005, ketika dia membatalkan keputusan Dewan Penjaga yang melarang dua tokoh reformis, Mostafa Moein dan Mohsen Mehralizadeh, yang terakhir juga merupakan kandidat yang disetujui tahun ini.

Namun Larijani, yang diyakini beberapa media disebut oleh Rouhani dalam surat itu, telah mengakui diskualifikasinya. "Bangsa Iran yang terhormat, sekarang setelah pemilihan diputuskan, saya telah memenuhi tugas saya," cuitnya di Twitter pada Selasa.

Baca juga: Iran dan IAEA Sepakati Perpanjang Inspeksi Nuklir Sebulan

 

Dalam sambutannya, Rouhani juga memperingatkan konsekuensi dari kemungkinan rendahnya jumlah pemilih pada bulan depan. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT