26 May 2021, 14:01 WIB

Kirgizstan Larang Masuk Warga Tajikistan Pascabentrok Perbatasan


mediaindonesia.com | Internasional

VYACHESLAV OSELEDKO / AFP
 VYACHESLAV OSELEDKO / AFP
Pasukan elite Kirgizstan menjaga batas air  "Golovnoy" yang berada di wilayah sengketa perbatasan Kirgizstan dan Tajikistan, Rabu (5/5).  

BANDARA Internasional Kirgizstan mengatakan, Rabu (26/5), bahwa pihaknya telah menolak kedatangan  sejumlah penumpang dari negara tetangganya, Tajikistan, dalam beberapa pekan.

Pelarangan tersebut dilakukan Kirgizstan setelah terjdi bentrokan perbatasan antardua negara di kawasan Asia Tengah yang menewaskan puluhan orang.

Insiden di perbatasan telah memperburuk hubungan dua negara yang pecahan Uni Soviet. Pertikain perbatasan mulai memanas sejak April 2021 lalu setelah dua negara itu merdeka tiga dekade lalu pascalepas dari Uni Soviet.

Otoritas Kirgizstan melaporkan 37 kematian akibat bentrokan yang menyebabkan pasukan perbatasan dua negara saling baku tembak. Pertempuran di wilayah perbatasan kedua negara juga telah menghancurkan puluhan rumah warga sipil.

Pihak Kirgizstan mengatakan bahwa korban tewas sebagian besar warga sipil, termasuk dua anak, kata Kirgizstan. Sementara itu, Tajikistan mengatakan 19 warganya tewas dalam kekerasan itu.

Seorang perwakilan dari Bandara Manas di Kota Bishkek, ibu kota Kirgizstan, mengatakan kepada AFP bahwa pesawat yang dioperasikan maskapai Tajik Somon Air telah diminta untuk kembali ke ibukota Tajikistan, Dushanbe, setelah mendarat pada Selasa (25/5) malam karena layanan perbatasan Kirgizstan telah ‘menutup sementara perbatasan untuk warga Tajikistan’.

Otoritas perbatasan Kirgizstan tidak menanggapi komentar pihak Bandara Manas, Bishkek, Kirgiszstan.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar Tajikistan di Kirgizstan mengonfirmasi insiden itu kepada AFP dan mengatakan bahwa kedua negara sedang dalam negosiasi.

"Kurang dari 10 orang - bukan warga Tajikistan, diizinkan masuk ke Kirgizstan," kata jurubicara tentang sekitar 200 penumpang di pesawat itu.

Juru bicara Tajikistan mengklaim bahwa 70 warga Tajikistan lainnya tidak dapat terbang kembali dari Bishkek ke Dushanbe.

Pihak berwenang Kirgizstan telah memberi tahu Kedutaan Besarnya terkait pembatasan masuk dan keluar yang diberlakukan terhadap warga Tajikistan.

"Tapi belum ada pemberitahuan resmi (pembatasan) ini dari otoritas Kirgizstan," tambahnya.

Kedua negara yang merupakan anggota fakta pertahanan yang didukung Rusia dan Tiongkok  mempertahankan kontak tingkat tinggi selama tiga hari pertempuran di perbatasan yang membuat Moskow dan tetangganya Uzbekistan menawarkan untuk menengahi.

Gencatan senjata tercapai pada 29 Apri 2021 namun baku tembak kembali terjadi pada 1 Mei 2021. Namun untuk menyelesaikan konflik perbatasan, kedua presiden kedua negara sepakat untuk bertemu dalam waktu dekat setelah pembicaraan telepon.

Namun seiring  negosiasi yang sedang berlangsung, belum ada indikasi yang jelas tentang kemajuan kesepakatan damai kedua negara terkait wilayah yang mencakup lebih dari sepertiga dari perbatasan sepanjang 971 kilometer. (AFP/Drd)

BERITA TERKAIT