24 May 2021, 09:13 WIB

15 Orang Diperkirakan Tewas akibat Letusan Gunung Nyiragongo Kongo


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

AFP/GUERCHOM NDEBO
 AFP/GUERCHOM NDEBO
Penduduk berusaha menyelamatkan diri dari erupsi Gunung Nyiragongo Kongo

SEKITAR 15 orang tewas ketika semburan lahar mengalir ke desa-desa di Republik Demokratik Kongo timur hingga menghancurkan lebih dari 500 rumah.

Letusan Gunung Nyiragongo pada Sabtu (22/5) malam membuat sekitar 5.000 orang melarikan diri dari kota Goma melintasi perbatasan terdekat ke Rwanda, sementara 25.000 lainnya mengungsi ke barat laut di Sake, menurut Badan Anak-anak PBB (Unicef).

Lebih dari 170 anak masih dikhawatirkan hilang dan pejabat Unicef mengatakan mereka mengatur pusat transit untuk membantu anak-anak tanpa pendamping setelah bencana.

Goma pada akhirnya terhindar dari kehancuran massal yang dideritanya terakhir kali gunung berapi tersebut meletus pada 2002. Ratusan orang meninggal saat itu dan lebih dari 100.000 orang kehilangan tempat tinggal. Tetapi di desa-desa terpencil yang dekat dengan gunung berapi, hari Minggu ditandai dengan kesedihan dan ketidakpastian.

Aline Bichikwebo dan bayinya berhasil melarikan diri ketika aliran lahar mencapai desanya, tetapi ibu dan ayahnya termasuk di antara korban yang tewas. Anggota masyarakat memberikan data korban sementara sebanyak 10 orang tewas di Bugamba saja, meskipun pemerintah provinsi mengatakan terlalu dini untuk mengetahui berapa banyak yang tewas.

Baca juga: Gunung Nyiragongo Meletus, Kongo Keluarkan Perintah Evakuasi

Bichikwebo mengatakan dia mencoba menyelamatkan ayahnya tetapi tidak cukup kuat untuk memindahkannya ke tempat aman sebelum rumah keluarganya tersulut oleh lahar.

“Saya meminta bantuan karena semua yang kami miliki hilang,” katanya sambil menggendong bayinya.

“Kami bahkan tidak punya pot. Kami sekarang yatim piatu dan kami tidak punya apa-apa,” tambahnya.

Udara tampak pekat dengan asap karena banyaknya rumah yang terbakar dari lahar.

“Orang-orang masih panik dan lapar,” kata warga Alumba Sutoye.

“Mereka bahkan tidak tahu di mana mereka akan bermalam,” imbuhnya.

Di tempat lain, pihak berwenang mengatakan setidaknya lima orang lainnya tewas dalam kecelakaan truk ketika mereka mencoba untuk mengevakuasi Goma, tetapi skala kerugian belum ditentukan di beberapa komunitas yang paling terpukul.

Warga mengatakan ada sedikit peringatan sebelum letusan dan pada hari Minggu asap masih membumbung dari tumpukan lahar yang membara di daerah Buhene dekat Goma.

“Kami telah melihat hilangnya hampir seluruh wilayah,” kata Innocent Bahala Shamavu.

Semua rumah di wilayah di Buhene terbakar. Di tempat lain, saksi mata mengatakan lahar telah menelan satu jalan raya yang menghubungkan Goma dengan kota Beni. Namun, bandara tersebut tampaknya terhindar dari nasib yang sama seperti tahun 2002 ketika lahar mengalir ke landasan pacu.

Goma adalah pusat regional bagi banyak badan kemanusiaan di wilayah tersebut, serta misi penjaga perdamaian PBB. Sebagian besar wilayah Kongo timur di sekitarnya berada di bawah ancaman dari berbagai kelompok bersenjata yang berlomba-lomba untuk menguasai sumber daya mineral di kawasan itu. (The Guardian/OL-5)

BERITA TERKAIT