12 May 2021, 00:13 WIB

Vaksinasi Dikebut, Lowongan Kerja di AS kini Membludak


Insi Nantika Jelita | Internasional

AFP/Angela Weiss
 AFP/Angela Weiss
Warga AS di dekat Wall Street

LOWONGAN kerja (loker) di Amerika Serikat (AS) dilaporkan melonjak pada Maret 2021, melebihi dari jumlah pencari kerja. Kabar itu menandai adanya peningkatan pesat dalam permintaan tenaga kerja karena vaksinasi dipercepat dan negara-negara lain membuka kembali perbatasan mereka.

Jumlah posisi kerja yang tersedia di AS meningkat menjadi 8,12 juta selama satu bulan, tertinggi sejak 2000 yang sebesar 7,53 juta loker, ungkap Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja atau JOLTS, pada Selasa (11/5).

Jumlah lowongan kerja itu disebut melebihi perekrutan kerja yang mencapai lebih dari 2 juta, menandakan kesenjangan terbesar perekrutan saat ini. Banyak pengusaha di AS mengatakan mereka tidak dapat mengisi posisi karena ketakutan masyarakat yang terus berlanjut akan tertular virus korona, lalu tanggapan dalam merawat anak, dan tunjangan pengangguran yang besar.

Jumlah lowongan kerja yang meningkat ini seiring dengan pembukaan kembali perekonomian di AS yang dihajar covid-19 dengan banyak perusahaan yang mencoba mengisi posisi kerja yang hilang selama pandemi.

Baca juga : WHO Masukkan Mutasi Covid-19 di India Varian Mengkhawatirkan

Dilaporkan, jumlah orang yang secara sukarela meninggalkan pekerjaan di AS meningkat menjadi 3,51 juta, sedangkan tingkat berhenti kerja bertahan di 2,4%. Angka warga yang keluar dari pekerjaan itu turun menjadi 5,32 juta dari 5,43 juta. 

Peningkatan loker yang luas itu lebih banyak menyasar pada posisi seperti akomodasi dan jasa makanan, manufaktur, serta konstruksi. Lowongan di akomodasi dan layanan makanan misalnya, dikatakan mendekati 1 juta di Maret. 

Laporan ketenagakerjaan April dari Departemen Tenaga Kerja AS pada pekan lalu menunjukkan bahwa Negeri Paman Sam menambahkan 266.000 loker. Kenaikan gaji yang lebih rendah dari perkiraan melatarbelakangi membludaknya loker ketimbang pencari kerja di AS. (Bloomberg/OL-7)

BERITA TERKAIT