11 May 2021, 19:10 WIB

PBB Prihatin atas Kekerasan di Israel-Palestina


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

AFP
 AFP
Eskalasi kekerasan di wilayah Palestina yang diduduki Israel semakin meningkat, buntut bentrokan di Masjidil Aqsa beberapa waktu lalu.

KANTOR hak asasi PBB mengaku sangat prihatin atas eskalasi kekerasan di wilayah Palestina yang diduduki, Jerusalem timur dan Israel.

"Kami mengutuk semua kekerasan dan semua hasutan untuk melakukan kekerasan dan perpecahan etnis serta provokasi," kata juru bicara Rupert Colville kepada wartawan di Jenewa pada Selasa (11/5).

Dia mengatakan pasukan keamanan Israel harus memberikan kebebasan berekspresi, berserikat dan berkumpul.

"Tidak ada kekuatan yang boleh digunakan terhadap mereka yang menggunakan hak mereka secara damai," kata juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia tersebut.

“Ketika penggunaan kekuatan diperlukan, itu harus sepenuhnya sesuai dengan standar hak asasi manusia internasional,” tambahnya.

Colville mengatakan kepala hak asasi PBB Michelle Bachelet sangat prihatin tentang dampak kekerasan terhadap anak-anak.

"Anak-anak yang ditahan harus dibebaskan," tuturnya.

"Semuanya harus tenang,” imbuhnya.

Israel dan Hamas melakukan baku tembak pada hari Selasa, dengan 22 warga Palestina tewas di Gaza, dalam eskalasi dramatis antara rival sengit yang dipicu oleh kerusuhan di kompleks Masjid Al-Aqsa di Jerusalem.

Ketegangan di Jerusalem telah berkobar menjadi gangguan terburuk di kota itu sejak 2017 ketika polisi anti huru hara Israel bentrok dengan kerumunan besar jemaah Palestina pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadan. (Straitstimes/OL-13)

Baca Juga: Jokowi Desak PBB Ambil Tindakan terhadap Israel

BERITA TERKAIT