10 May 2021, 14:41 WIB

Junta Myanmar Setujui Investasi Baru Sebesar US$2,8 Miliar


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

medcom.id
 medcom.id
Ilustrasi investasi

JUNTA militer Myanmar telah menyetujui investasi baru dalam proyek-proyek senilai hampir US$2,8 miliar atau sekitar Rp39,7 triliun, termasuk pembangkit listrik gas alam cair (LNG) yang akan menelan biaya US$2,5 miliar.

Persetujuan untuk 15 proyek diberikan oleh Komisi Investasi Myanmar pada Jumat (7/5) lalu, menurut pernyataan di situs web Direktorat Investasi dan Administrasi Perusahaan.

Pengumuman itu muncul ketika sebagian besar ekonomi Myanmar dilumpuhkan oleh protes dan pemogokan sejak tentara merebut kekuasaan pada 1 Februari. Badan pemeringkat kredit internasional Fitch Solutions memperkirakan ekonomi Myanmar akan berkontraksi sebesar 20% tahun ini.

“Selain pembangkit listrik untuk menghasilkan tenaga bagi kebutuhan lokal, proyek lain yang disetujui termasuk untuk peternakan, manufaktur dan sektor jasa,” kata pernyataan itu.

Baca juga: Penyair Myanmar Tewas di Tahanan Junta

Tidak ada rincian perusahaan di balik proyek tersebut atau dari negara mana mereka berasal. Investor terbesar di Myanmar dalam beberapa tahun terakhir adalah Tiongkok, Singapura dan Thailand meskipun sebagian besar investasi dari Singapura telah disalurkan dari tempat lain.

Sebagian besar tenaga listrik Myanmar saat ini dihasilkan dari proyek pembangkit listrik tenaga air, tetapi LNG dipandang semakin penting bagi negara yang ekonominya telah berkembang pesat selama satu dekade reformasi demokrasi itu, yang menyebabkan pasokan listrik yang tidak menentu.(Straitstimes/OL-5)

BERITA TERKAIT