10 May 2021, 11:09 WIB

Sekjen PBB Minta Israel Menahan Diri di Jerusalem Timur


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/Fabrice COFFRINI
 AFP/Fabrice COFFRINI
Sekjen PBB Antonio Guterres

SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Israel untuk menahan diri secara maksimal dan menghormati hak atas kebebasan berkumpul secara damai. Hal itu dikatakan seorang juru bicara PBB, Minggu (9/5).

Pernyataan itu disampaikan Sekjen PBB ketika ketegangan meningkat di Jerusalem Timur, di sekitar Al Aqsa, masjid tersuci ketiga bagi umat Islam.

"Sekretaris Jenderal PBB mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam atas berlanjutnya kekerasan di Jerusalem Timur yang diduduki (Israel), serta kemungkinan penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Sidang Penggusuran Paksa Keluarga Palestina Ditunda

"Dia (Guterres) mendesak Israel menghentikan pembongkaran dan penggusuran," lanjutnya.

Guterres, ungkap Dujarric, mendesak agar status quo di tempat-tempat suci itu terus ditegakkan dan dihormati.

Sebelumnya, dilaporkan bentrokan meletus antara pengunjuk rasa Palestina dan polisi Israel di luar Kota Tua Yerusalem, Sabtu (8/5), ketika puluhan ribu jamaah Muslim bersembahyang pada malam suci Islam Lailatul Qadar.

Sedikitnya 80 orang terluka, termasuk anak di bawah umur dan satu tahun, dan 14 orang dibawa ke rumah sakit, menurut Bulan Sabit Merah Palestina. Sementara polisi Israel mengatakan satu petugas terluka.

Ketegangan meningkat di kota itu sepanjang bulan suci Ramadan, di tengah meningkatnya kemarahan atas potensi pengusiran sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka di Jerusalem---tanah yang diklaim oleh pemukim Yahudi.

Di Jalur Gaza Palestina, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di sepanjang perbatasan dengan Israel. Militer Israel mengatakan massa melemparkan ban dan petasan yang terbakar ke arah pasukan.

Militan Gaza menembakkan setidaknya satu roket ke Israel yang mendarat di daerah terbuka, kata militer.

Israel mengatakan pihaknya meningkatkan pasukan keamanan pada Sabtu (8/5) untuk mengantisipasi konfrontasi lebih lanjut di Jerusalem, Tepi Barat yang diduduki, dan Gaza setelah bentrokan sengit meletus malam sebelumnya di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Selain itu, bentrokan meletus setiap malam di Sheikh Jarrah, Jerusalem Timur, lingkungan tempat banyak keluarga Palestina menghadapi pengusiran dalam kasus hukum yang sudah berjalan lama. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT