09 May 2021, 15:44 WIB

Kerusuhan Yerusalem, Warga Palestina Terluka Bertambah


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

MI/Panca Syurkani
 MI/Panca Syurkani
Ilustrasi

PULUHAN warga Palestina terluka akibat tindakan keras polisi Israel terhadap pengunjuk rasa di luar Kota Tua Yerusalem saat puluhan ribu jamaah Muslim berdoa di Masjid Al-Aqsa yang berada di dekatnya.

Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan sedikitnya 90 orang terluka pada bentrokan Sabtu (8/5) malam, sehari setelah pasukan Israel menyerbu Al-Aqsa dan melukai lebih dari 200 warga Palestina. Sementara itu polisi Israel mengatakan setidaknya satu petugas terluka.

Pasukan keamanan Israel dengan menunggang kuda dan perlengkapan anti huru-hara mengerahkan granat kejut serta meriam air terhadap pemuda Palestina yang melemparkan batu, menyalakan api, dan merobohkan barikade polisi di jalan-jalan menuju gerbang Kota Tua yang bertembok.

Ketegangan meningkat di kota, Tepi Barat yang diduduki dan Gaza sepanjang bulan suci Ramadan, di tengah kemarahan yang meningkat tentang potensi penggusuran warga Palestina dari rumah-rumah Yerusalem Timur di tanah yang diklaim oleh pemukim Yahudi.

Penjaga perbatasan Israel, selama beberapa hari terakhir, menggunakan air sigung, gas air mata, peluru berlapis karet dan granat kejut untuk membubarkan aksi protes yang diadakan untuk mendukung keluarga yang menghadapi penggusuran di lingkungan Sheikh Jarrah.

Seorang warga Palestina dari Sheikh Jarrah, Mohammed el-Kurd telah berbagi rekaman polisi Israel yang dengan kasar membubarkan aksi duduk yang dilakukan oleh pengunjuk rasa Palestina di lingkungan itu.

Dalam satu video, sekelompok polisi terlihat menghancurkan tenda dan mendorong orang menjauh dari lokasi protes. Klip lain menunjukkan seorang petugas dengan kasar menyeret seorang wanita Palestina di sepanjang jalan.

Baca juga : Selandia Baru Buka Kembali Penerbangan ke Sydney

Setidaknya 205 warga Palestina dan 18 perwira Israel terluka dalam konfrontasi hari Jumat, yang menuai kecaman internasional dan seruan untuk tenang.

Empat anggota Kuartet Timur Tengah yakni AS, Rusia, Uni Eropa, dan PBB, telah menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kekerasan di Yerusalem.

"Kami khawatir dengan pernyataan provokatif yang dibuat oleh beberapa kelompok politik, serta peluncuran roket dan dimulainya kembali balon pembakar dari Gaza menuju Israel, dan serangan terhadap lahan pertanian Palestina di Tepi Barat," kata utusan tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Para utusan mencatat dengan keprihatinan serius kemungkinan penggusuran keluarga Palestina dari rumah tempat mereka tinggal selama beberapa generasi dan menyuarakan penolakan terhadap tindakan sepihak, yang hanya akan meningkatkan lingkungan yang sudah tegang.”

"Kami menyerukan kepada otoritas Israel untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang akan semakin meningkatkan situasi selama periode Hari Raya Muslim ini,” imbuhnya. (Aljazeera/OL-2)

 

BERITA TERKAIT