08 May 2021, 10:28 WIB

Penyerangan Polisi Israel, 163 Warga Palestina Terluka di Al-Aqsa


mediaindonesia.com | Internasional

Ahmad GHARABLI / AFP
 Ahmad GHARABLI / AFP
Polisi Israel menyaksikan warga Palestina berlarian menghindari gas air mata di kompleks Masjid Al-Aqsa, Jumat (7/5) malam. 

LEBIH dari 160 orang terluka setelah polisi anti huru-hara Israel melakukan penyerangan terhadap  warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem,  Jumat (7/5) malam saat warga Palestina melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Bentrok terjadi setelah polisi Israel berusaha mengusir kerumunan warga Palestina selama seminggu yang berada di Kota Suci dan Tepi Barat.

Untuk mengusir polisi Israel yang menembakkan peluru karet serta bom kejut, warga Palestina pun melakukan pembalasan dengan melempari benda seadanya seperti batu, botol, dan kembang api.  

Dalam insiden bentrokan, setidaknya 163 warga Palestina dan enam perwira Israel dilaporkan terluka di Al-Aqsa dan di tempat lain di Yerusalem timur.

Petugas medis Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan telah membuka rumah sakit lapangan karena ruang gawat darurat dipenuhi warga Palestina yang terluka.

Polisi Israel mengatakan pihaknya telah memulihkan ketertiban ribuan jemaah yang rusuh setelah shalat Isya di Masjid Al-Aqsa.

Ketegangan di Yerusalem meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena warga Palestina memprotes pembatasan akses Israel ke beberapa bagian Kota Tua selama bulan suci Ramadhan.

Otoritas Israel memaksa dan mengusir sejumlah keluarga Palestina untuk meninggalkan rumah mereka untuk memberi jalan bagi permukiman Israel.

Sekutu Israel, Amerika Serikat (AS),  menyerukan "de-eskalasi". Washington juga mengatakan penggusuran permukiman warga Palestina yang terancam dapat memperburuk situasi di Yerusalem timur karena Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan penggusuran paksa warga Palestian merupakan ‘kejahatan perang’.

Kerusuhan Jumat (7/5) terjadi bersamaan peringatan Hari Al-Quds yang mendukung Palestina yang diadakan oleh masyarakat Iran, musuh bebuyutan Israel. Peringatan dilakukan masyarakat di sejumlah negara muslim hingga Pakistan.

Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan bahwa pemerintah Israel harus bertanggung jawab atas kerusuhan itu. “Saya mendukung penuh untuk para pejuang kita di Aqsa," ucapnya.

Pengamat internasional mendesak dilakukan perdamaian di Yerusalem. Dalam Tweeter-nya, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Tor Vennesland mengaku  keprihatinannya.

Ia  mendesak semua pihak untuk menghormati status quo situs suci di Kota Tua Yerusalem demi kepentingan perdamaian dan stabilitas. (AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT