07 May 2021, 15:07 WIB

Australia Berencana Tutup Perbatasan Hingga Akhir 2022


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Pesawat dari maskapai Qantas parkir di Bandara Internasional Sydney, Australia.

OTORITAS Australia berpotensi menutup perbatasan bagi pendatang hingga akhir 2022. Sinyal kebijakan itu disuarakan Menteri Perdagangan dan Pariwisata Daniel Thomas Tehan, ketika terjadi lonjakan kasus covid-19 global.

Gelombang covid-19 di sejumlah negara pun menghancurkan harapan Australia untuk kembali membuka perbatasan. Tehan menyebut lonjakan kasus covid-19 seperti di India, menunjukkan bahwa larangan perbatasan Australia yang hampir menyeluruh, ternyata masih penting untuk diterapkan.

Sejak 20 Maret 2020, warga Australia dilarang bepergian ke luar negeri. Pengecualian individu sulit didapat bagi pendatang dari luar negeri untuk memasuki negara tersebut.

Baca juga: Australia Larang Kedatangan dari India, Ada Sanksi bagi Pelanggar

"Sangat sulit untuk menentukan kapan perbatasan bisa dibuka kembal. Tebakan terbaik akan terjadi pada pertengahan hingga paruh kedua tahun depan," pungkas Tehan.

Pada masa sebelum pandemi covid-19, sekitar 1 juta pendatang masuk Australia setiap bulan untuk kunjungan jangka pendek. Saat ini, data itu hanya berkisar 7.000 orang. Pun, pendatang yang masuk harus menjalani karantina ketat di hotel khusus selama 14 hari.

Australia mencatat 29.886 kasus covid-19 sejak pandemi dimulai. Sebagian besar terdeteksi di tempat karantina. Peluncuran vaksinasi pun berjalan lambat. Diketahui, baru 2,5 juta warga yang divaksin covid-19, dari total penduduk 25 juta orang.(CNA/OL-11)

 

BERITA TERKAIT