30 April 2021, 17:50 WIB

Nelayan Korsel Desak Jepang Tak Buang Limbah Air Nuklir ke Laut


 Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

Jung Yeon-je / AFP
 Jung Yeon-je / AFP
Demonstran mencukur rambut sebagai bentuk protes terhadap Jepang yang berenca buah air limbah nuklir Fukushima ke laut.

RATUSAN nelayan Korea Selatan (Korsel) di seluruh negeri mengadakan protes pada Jumat (30/4) yang meminta Jepang untuk membatalkan keputusannya untuk membuang air olahan dari pembangkit nuklir Fukushima ke laut.

Sekitar 800 nelayan berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa di pelabuhan di sembilan kota, menurut Federasi Koperasi Perikanan Nasional Korsel.

Di salah satu pelabuhan di Gungpyeong di pantai barat, para nelayan memegang spanduk anti-Jepang dan meneriakkan slogan-slogan seperti "Tarik keputusan Jepang" dan "Mengutuk serangan nuklir yang tidak bertanggung jawab”.

Sebanyak 20 kapal nelayan dengan spanduk yang mengecam keputusan Jepang berlayar di dekat pelabuhan.

"Ayah saya mewariskan laut ini kepada saya dan saya akan menyerahkannya kepada putra saya, yang juga sedang memancing," kata kepala desa nelayan Yongdu-ri, Park Re-seung, yang bekerja di industri perikanan selama 38 tahun.

"Mengapa Jepang melakukan ini? Bagaimana mereka bisa melakukan hal yang begitu buruk terhadap laut? Bukankah mereka makan ikan?" imbuhnya.

Jepang mengatakan bulan ini akan melepaskan lebih dari satu juta ton air yang terkontaminasi ke laut dari pabrik yang lumpuh akibat gempa bumi dan tsunami pada tahun 2011 itu setelah menyaringnya untuk menghilangkan isotop berbahaya.

Rencana tersebut mendapat tentangan langsung dari negara tetangga Korea Selatan, Tiongkok, dan Taiwan.

"Bagi kami, masalah ini adalah tentang mencari nafkah," tambah Park. "Jika pelanggan terus melihat berita pembuangan air, mereka bahkan tidak akan membeli ikan yang kami tangkap di sini,” tandasnya. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

BERITA TERKAIT