28 April 2021, 16:51 WIB

Arab Saudi Ingin Jalin Hubungan Baik dengan Iran


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

AFP.
 AFP.
Mohammed bin Salman.

PUTRA Mahkota Arab Saudi memberikan pesan bernada damai terhadap musuh bebuyutannya, Iran, dengan mengatakan dia mencari hubungan baik. Sebelumnya, seorang sumber mengatakan kedua pihak itu telah mengadakan pembicaraan rahasia di Baghdad.

Kedua negara memutuskan hubungan pada 2016 setelah pengunjuk rasa Iran menyerang misi diplomatik Saudi menyusul eksekusi kerajaan terhadap seorang ulama Syiah yang dihormati.

"Iran adalah negara tetangga dan semua yang kami cita-citakan adalah hubungan yang baik dan khusus dengan Iran," kata Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dalam wawancara televisi yang disiarkan Selasa (27/4) malam.

"Kami tidak ingin situasi Iran menjadi sulit. Sebaliknya, kami ingin Iran tumbuh dan mendorong kawasan dan dunia menuju kemakmuran," lanjutnya.

Dia menambahkan bahwa Riyadh sedang bekerja dengan mitra regional dan global untuk menemukan solusi bagi perilaku negatif Teheran. Pesan ini menandai perubahan jika dibandingkan dengan wawancara Pangeran Mohammed sebelumnya saat mengecam Teheran dan menuduhnya memicu ketidakamanan regional.

Baca juga: Bocornya Rekaman untuk Halangi Menlu Zarif Maju Pilpres Iran?
 

Pangeran tidak menyebutkan negosiasi apapun dengan Teheran. Pembicaraan di Baghdad, yang difasilitasi oleh Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi, tetap dirahasiakan sampai Financial Times melaporkan bahwa pertemuan pertama telah diadakan pada 9 April.

Seorang pejabat pemerintah Irak mengonfirmasi pembicaraan itu. Seorang diplomat Barat mengatakan dia telah diberi pengarahan sebelumnya tentang upaya untuk menengahi hubungan yang lebih baik dan mengurangi ketegangan.

Riyadh secara resmi membantah pembicaraan di media yang didukung negara. Teheran tetap bungkam, hanya menegaskan bahwa pihaknya selalu menyambut dialog dengan Arab Saudi.

Inisiatif ini muncul pada saat dinamika kekuatan bergeser yakni Presiden AS Joe Biden berusaha menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 yang compang-camping ditinggalkan oleh Donald Trump. Arab Saudi dan Iran telah mendukung sisi berlawanan dari beberapa konflik regional, dari Suriah hingga Yaman, tempat koalisi pimpinan Saudi memerangi pemberontak Houthi.

Iran mendukung pemberontak Houthi memerangi koalisi militer pimpinan Saudi yang ikut campur dalam perang Yaman pada 2015. Pemberontak juga meningkatkan serangan drone dan rudal terhadap target Saudi, termasuk fasilitas minyaknya. Dalam wawancaranya, Pangeran Mohammed memperbarui seruan untuk gencatan senjata dan negosiasi dengan para pemberontak. (Straitstimes/OL-14)

BERITA TERKAIT