26 April 2021, 00:30 WIB

Serangan pada Kapal Iran setelah Tempat Nuklir Israel Dirudal


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Thomas Coex.
 AFP/Thomas Coex.
Reaktor nuklir Dimona milik Israel.

SERANGAN terhadap kapal tanker Iran di lepas pantai Suriah pada Sabtu (24/4) terjadi setelah seorang perwira Suriah terbunuh dan tiga tentara terluka pada Kamis dalam serangan yang diluncurkan oleh Israel. Aksi Israel setelah rudal ditembakkan ke arah situs nuklir rahasia di negara Yahudi tersebut.

Tentara Israel mengatakan pada saat itu bahwa rudal permukaan ke udara telah ditembakkan dari Suriah menuju gurun selatan Negev, tempat reaktor nuklir Dimona. Baku tembak terjadi kurang dari dua minggu setelah Iran menuduh Israel melakukan terorisme menyusul ledakan di fasilitas nuklir Natanz, republik Islam itu.

Israel dianggap kekuatan militer terkemuka di Timur Tengah dan secara luas diyakini memiliki satu-satunya persenjataan nuklirnya. Ia tidak pernah mengungkapkan persenjataan atomnya, tetapi para ahli asing mengatakan negara Yahudi itu memiliki antara 100 hingga 300 hulu ledak nuklir.

Baca juga: Kapal Tanker Iran Diserang, Tiga Tewas

 

Tidak ada laporan langsung tentang korban atau kerusakan di pihak Israel. Israel telah lama berusaha untuk mencegah musuh bebuyutan Iran membangun dirinya di Suriah yang dilanda perang.

Sebelum perang Suriah, negara itu menikmati hasil energi. Akan tetapi produksi anjlok selama perang sehingga mendorong pemerintah untuk mengandalkan impor hidrokarbon. Sanksi Barat atas pengiriman minyak serta tindakan hukuman AS terhadap Iran memperumit impor ini.

Produksi sebelum perang sebesar 400.000 barel per hari (bpd) di Suriah. Angka itu turun menjadi hanya 89.000 barel per hari pada 2020, menteri perminyakan Suriah mengatakan pada Februari. Sekitar 80.000 dari angka itu berasal dari daerah Kurdi di luar kendali pemerintah. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT