25 April 2021, 11:29 WIB

23 Orang Tewas dalam Kebakaran di RS Korona di Irak


Nur Aivanni | Internasional

AHMAD AL-RUBAYE / AFP
 AHMAD AL-RUBAYE / AFP
Warga Irak menjalani vaksinasi covid-19 di Kindi Hospital, Baghdad, Irak, 14 April 2021.

SEBANYAK 23 orang tewas ketika kebakaran terjadi pada Minggu (25/4) di unit perawatan intensif virus korona di ibu kota Irak, negara dengan infrastruktur kesehatan yang sudah lama bobrok menghadapi peningkatan kasus covid-19.

Kebakaran dimulai dengan ledakan yang disebabkan oleh kesalahan dalam penyimpanan tabung oksigen, menurut sumber medis kepada AFP. Api menyebar dengan cepat karena rumah sakit tidak memiliki sistem proteksi kebakaran. Rumah sakit Irak telah rusak akibat konflik selama beberapa dekade dan investasi yang buruk, dengan kekurangan obat-obatan dan tempat tidur rumah sakit.

Insiden itu memicu kemarahan di media sosial dan perdana menteri telah menyerukan penyelidikan penyebab kobaran api tersebut.

Di tengah malam, ketika puluhan kerabat berada di sisi tempat tidur dari 30 pasien di unit perawatan intensif di rumah sakit Ibn al-Khatib-yang disediakan untuk kasus covid-19 paling parah di Baghdad,  api menyebar di beberapa lantai, kata sumber medis lain.

Video di media sosial menunjukkan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di rumah sakit pinggiran tenggara ibu kota Irak itu, ketika pasien dan kerabat mereka mencoba melarikan diri dari gedung.

"Mayoritas korban meninggal karena harus dipindahkan dan ventilator dilepas, sementara yang lain mati lemas karena asap," kata pertahanan sipil.

Sebanyak 90 orang dari 120 pasien dan kerabat mereka berhasil diselamatkan. Sumber medis dan keamanan mengatakan kepada AFP bahwa 23 orang telah tewas dan sekitar lima puluh lainnya terluka dalam kobaran api.

Kementerian Kesehatan mengklaim telah menyelamatkan lebih dari 200 pasien dan menjanjikan akan menyampaikan jumlah resmi korban tewas dan orang-orang yang terluka.

baca juga: Rumah Sakit Irak Kebakaran

Kebakaran tersebut diduga kelalain terkait dengan korupsi endemik di Irak, yang memicu kemarahan di media sosial di negara itu. Warga menuntut menteri kesehatan dipecat menjadi trending di Twitter. Pada Rabu, jumlah kasus covid-19 di Irak melampaui satu juta, tertinggi di antara negara Arab mana pun. Kementerian Kesehatan telah mencatat 15.217 kematian sejak infeksi pertama di negara itu dilaporkan pada Februari 2020.

Negara itu meluncurkan kampanye vaksinasi bulan lalu dan telah menerima hampir 650.000 dosis vaksin yang berbeda. Sebagian besar melalui sumbangan atau melalui program Covax, yang membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah untuk mendapatkan vaksin. Hingga Rabu, 274.343 orang telah menerima satu dosis vaksin. (OL-3)

 

 

 

BERITA TERKAIT