24 April 2021, 22:16 WIB

Besok Menlu Iran akan Kunjungi Qatar dan Irak


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Kepresidenan Iran.
 AFP/Kepresidenan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

MENTERI Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif akan mengunjungi Irak dan Qatar pada Minggu (24/4). Ini menyusul pembicaraan yang dilaporkan ditengahi oleh Baghdad antara Teheran dan saingan regionalnya, Riyadh.

Pembicaraan di ibu kota Irak awal bulan ini, yang belum dikonfirmasi oleh kedua ibu kota, diadakan pada tingkat pejabat bukan menteri dan bertujuan memulihkan hubungan yang terputus lima tahun lalu. Ini disampaikan seorang pejabat Irak dan seorang diplomat Barat kepada AFP di Baghdad.

Teheran tidak membenarkan atau membantah laporan itu selain mengatakan bahwa pihaknya selalu menyambut dialog dengan Arab Saudi. Di sisi lain, Riyadh dengan tegas membantah laporan itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan kunjungan Zarif ke Qatar dan Irak dalam rangka mengembangkan hubungan bilateral (dan) pembicaraan regional dan trans-regional. Pembicaraan Baghdad, yang ditengahi oleh Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi, tetap dirahasiakan sampai Financial Times melaporkan akhir pekan lalu bahwa pertemuan pertama telah diadakan pada 9 April dan pertemuan lain direncanakan tidak lama kemudian.

Baca juga: AS Beri Iran Contoh Sanksi yang Siap Dicabut
 

Seorang pejabat pemerintah Irak mengonfirmasi pertemuan itu kepada AFP. Seorang diplomat Barat mengatakan dia diberi pengarahan sebelumnya bahwa pembicaraan akan terjadi dengan tujuan membantu menengahi hubungan yang lebih baik antara Iran dan Saudi dan mengurangi ketegangan.

Pertemuan itu terjadi di tengah pembicaraan di Wina antara Iran dan negara-negara besar tentang mekanisme kembalinya AS ke kesepakatan nuklir 2015 yang ditinggalkan oleh Ppresiden Donald Trump. Pembicaraan itu juga harus membahas kembalinya Iran untuk sepenuhnya mematuhi kesepakatan, setelah menangguhkan penerapan beberapa ketentuan utama sebagai protes atas penerapan kembali sanksi ekonomi besar-besaran oleh Trump.

Teheran telah menolak seruan Riyadh untuk terlibat dalam negosiasi nuklir, tetapi telah berulang kali menyatakan kesiapannya untuk melakukan dialog regional. Teheran dan Riyadh berada di pihak yang berlawanan dalam konflik dari Suriah hingga Yaman dan telah memiliki hubungan yang tegang sejak kerajaan memutuskan hubungan diplomatik pada 2016.

Beberapa negara Teluk telah mengikuti Arab Saudi dalam mengambil sikap tegas terhadap Iran. Tetapi Qatar mempertahankan hubungan yang hangat meskipun ada seruan dari Arab Saudi dan sekutunya dan menjadi salah satu alasan untuk memberlakukan blokade kepada emirat kaya gas itu pada 2017. Keretakan itu sekarang tampaknya telah pulih setelah Qatar diundang ke pertemuan di Arab Saudi pada Januari. (OL-14)

BERITA TERKAIT