15 April 2021, 16:21 WIB

Soal Kesepakatan Nuklir, Iran Desak AS Cabut Sanksi Dulu


Nur Aivanni | Internasional

KHAMENEI.IR / AFP
 KHAMENEI.IR / AFP
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei saat menghadiri Tilawatil Qur'an di hari pertama bulan Ramadan.  

PEMIMPIN Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, pada Rabu (14/4), menegaskan kembali posisi Teheran bahwa sanksi AS harus dicabut sebelum Iran kembali mematuhi kesepakatan 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

"Penilaian pejabat adalah pergi dan bernegosiasi untuk melaksanakan kebijakan itu, dan kami tidak keberatan dalam hal ini," kata Khamenei dalam acara publik, seperti dikutip situs resminya.

Saat berbicara melalui konferensi video dalam upacara keagamaan yang disiarkan untuk merayakan hari pertama bulan suci Ramadan, pemimpin tertinggi Iran menyatakan bahwa pernyataan kesiapan para pejabat AS untuk bernegosiasi tidak berarti bahwa Washington siap untuk mendengarkan dan menerima apa yang adil, tetapi lebih merupakan tanda tekad mereka untuk memaksakan posisi mereka yang tidak adil.

Amerika Serikat, katanya, tidak menepati janjinya dalam banyak kesempatan.

JCPOA melanjutkan pembicaraan di ibu kota Austria, Wina, pada 6 April. Pemerintah AS telah mengirim perwakilan untuk mengambil bagian dalam proses tersebut.

Akan tetapi Teheran sampai sekarang menolak untuk bertemu dengan mereka, sejak Washington meninggalkan JCPOA pada Mei 2018 dan secara sepihak memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.

Pekan ini, suara-suara terdengar jelas di Iran yang meminta pemerintah untuk menghentikan pembicaraan Wina setelah pabrik pengayaan uranium Iran di Natanz mengalami serangan pada 11 April. Iran pun menuduh Israel melakukan sabotase tersebut. (Xinhua/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT