06 April 2021, 09:51 WIB

Penjara di Nigeria Diserang, Lebih dari 1.800 Napi Melarikan Diri


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Peta lokasi penjara Owerri yang diserang kelompok bersenjata di Nigeria.

LEBIH dari 1.800 narapidana telah melarikan diri dari penjara di Nigeria setelah diserang oleh orang-orang bersenjata, kata para pejabat.

Para penyerang dilaporkan memasuki halaman penjara di Kota Owerri, Abuja, Nigeria, dengan menggunakan bahan peledak untuk meledakkan blok administratif. Enam tahanan dilaporkan telah kembali, sementara 35 tahanan menolak untuk melarikan diri.

Polisi menuduh kelompok separatis yang dilarang, Masyarakat Asli Biafra, yang melakukan serangan itu. Namun, mereka dilaporkan membantah terlibat dalam kejadian tersebut.

Layanan Pemasyarakatan Nigeria telah mengonfirmasi bahwa 1.844 narapidana melarikan diri dari penjara di negara bagian Imo itu.

Orang-orang bersenjata berat, kata layanan tersebut, menyerbu Pusat Penahanan Owerri pada Senin (5/4) dini hari, setelah tiba dengan truk pickup dan bus.

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari menyebut serangan itu sebagai aksi terorisme yang dilakukan oleh pihak anarkis. Dia meminta pasukan keamanan untuk menangkap para penyerang dan tahanan yang melarikan diri.

Seorang juru bicara gerakan separatis Masyarakat Asli Biafra mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa tuduhan di balik serangan pada Senin itu adalah kebohongan.

Negara bagian Imo telah lama menjadi tempat berkembang biak bagi kelompok separatis. Sejak Januari beberapa kantor polisi dan kendaraan di tenggara Nigeria telah diserang dan sejumlah besar amunisi dicuri. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. (BBC/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT