31 March 2021, 08:44 WIB

Wanita Kulit Hitam Hingga Muslim Jadi Nominasi Hakim Federal AS


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

AFP/Jim Watson
 AFP/Jim Watson
Presiden AS Joe Biden

PRESIDEN Joe Biden menominasikan beberapa wanita kulit hitam, seorang keturunan Asia-Amerika, dan seorang muslim untuk menjadi hakim federal guna mendorong keberagaman dalam sistem pengadilan AS, Selasa (30/3).

Berbeda dengan pendahulunya, Donald Trump, yang mengangkat sebagian besar laki-laki kulit putih konservatif sebagai staf pengadilan federal. Biden mengumumkan 11 pilihan pertamanya untuk posisi hakim, hanya dua dari mereka laki-laki dan tidak satupun dari mereka berkulit putih.

Di bagian atas daftar, Ia menominasikan Hakim Ketanji Brown Jackson yang merupakan orang Afrika-Amerika ke Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Distrik Columbia, yang dikenal menangani kasus-kasus besar.

Jika dikonfirmasi oleh Senat, Jackson (50), akan menggantikan Merrick Garland yang sekarang menjadi Jaksa Agung Biden dan berada dalam posisi yang baik untuk menjadi calon Mahkamah Agung jika ada lowongan.

"Ketanji Jackson Brown adalah salah satu hakim terbaik di negara ini. Brilian dan memiliki nilai-nilai yang dalam. Dia sekarang bergabung dengan pengadilan tertinggi kedua kami adalah pantas dan luar biasa," cuit mantan penjabat jaksa agung AS di Departemen Kehakiman, Neal Katyal.

Baca juga: Hakim Federal AS Tangguhkan Kebijakan Larangan Muslim Trump

Biden menominasikan dua wanita Afrika-Amerika lainnya untuk posisi pengadilan banding federal. Di antara mereka yang dipilih untuk pengadilan distrik federal, dua lagi adalah orang Afrika-Amerika salah satunya laki-laki, dua orang Asia-Amerika, satu keturunan Hispanik dan dua wanita kulit putih.

Zahid Quraishi (45) akan menjadi Muslim pertama yang menjabat sebagai hakim distrik federal jika disetujui oleh Senat. Quraishi adalah keturunan Pakistan dan saat ini menjabat sebagai hakim pengadilan rendah di New Jersey.

"Hakim Quraishi telah membela dan melayani negara kami dengan perbedaan dalam berbagai peran dan akan membuat sejarah jika dikukuhkan sebagai hakim federal Muslim Amerika pertama," kata senator New Jersey Cory Booker.(Straitstimes/OL-5)

BERITA TERKAIT