25 March 2021, 07:20 WIB

PBB Konfirmasi Adanya Ancaman Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi


Nur Aivanni | Internasional

AFP/ MOHAMMED AL-SHAIKH
 AFP/ MOHAMMED AL-SHAIKH
Wartawan Jamal Khashoggi dibunuh di Istanbul, Turki. PBB menyelidiki kasus itu diduga melibatkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

KANTOR hak asasi manusia PBB mengonfirmasi keakuratan pernyataan yang disampaikan oleh ahli independen memimpin penyelidikan pembunuhan Jamal Khashoggi, bahwa ada pejabat senior Arab Saudi telah mengancamnya. Surat kabar The Guardian Selasa Selasa (23/3) mengutip  pernyataan Agnes Callamard, pakar PBB yang menangani pembunuhan Khashoggi, bahwa  seorang pejabat Saudi telah mengancamnya. Pejabat Saudi tidak merespons untuk dimintai komentar mengenai hal tersebut. Begitu pula dengan Callamard.

"Kami mengonfirmasi bahwa rincian dalam cerita Guardian tentang ancaman yang ditujukan pada Agnes Callamard adalah akurat," kata juru bicara hak asasi manusia PBB Rupert Colville.

Kantor hak asasi manusia PBB, tambahnya, telah memberi tahu Callamard tentang ancaman tersebut serta keamanan dan otoritas PBB. Callamard mengatakan kepada Guardian bahwa ancaman itu disampaikan dalam pertemuan pada Januari 2020 antara pejabat Saudi dan PBB di Jenewa. Dia diberitahu tentang insiden itu oleh seorang rekan PBB, menurut surat kabar itu.

Callamard memimpin penyelidikan PBB atas pembunuhan Khashoggi pada Oktober 2018 oleh agen Saudi di konsulat kerajaan di Istanbul. Dia mengeluarkan laporan pada 2019 yang menyimpulkan ada bukti terpercaya bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan pejabat senior Saudi bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Washington Post dan penduduk AS tersebut.

Dia kemudian menyerukan sanksi terhadap aset Pangeran Mohammed dan keterlibatan internasional. Pangeran pun menyangkal keterlibatan dalam pembunuhan itu, tetapi mengatakan dia memikul tanggung jawab utama karena itu terjadi di bawah pengawasannya.

Ancaman yang dituduhkan itu dibuat selama pertemuan antara diplomat Saudi yang berbasis di Jenewa, delegasi Saudi yang berkunjung dan pejabat PBB, lapor Guardian. Setelah pihak Saudi mengkritik pekerjaan Callamard dalam kasus tersebut, seorang pejabat senior Saudi mengatakan dia telah berbicara dengan orang-orang yang siap untuk 'mengurusnya'.

"Ancaman kematian. Begitulah cara memahaminya," kata Callamard. 

"Orang-orang yang hadir menjelaskan kepada delegasi Saudi bahwa ini sama sekali tidak pantas," katanya.

baca juga: AS Segera Rilis Laporan Pembunuhan Jurnalis Jamal Khashoggi

Callamard mengkritik keputusan pengadilan Saudi pada September untuk memenjarakan delapan orang hingga 20 tahun atas pembunuhan itu, menuduh kerajaan mengolok-olok keadilan dengan tidak menghukum pejabat yang lebih senior. Pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengambil sikap lebih keras terhadap catatan hak asasi manusia Saudi, bulan lalu merilis laporan intelijen yang mengatakan Pangeran Mohammed menyetujui operasi untuk menangkap atau membunuh Khashoggi. Pemerintah Saudi menolak temuan tersebut. (CNA/OL-3

BERITA TERKAIT