17 March 2021, 10:20 WIB

58 Orang Tewas dalam Serangan di Niger


Nur Aivanni | Internasional

AFP/SANOGO
 AFP/SANOGO
Polisi bentrok dengan pendukung partai oposisi seusai pengumuman hasil pemilihan presiden di Niamey, Niger, Selasa (23/2/2021).

SEBANYAK 58 orang tewas dalam serangan biadab terhadap sebuah bus dan desa-desa terdekat di Niger yang dekat dengan perbatasan negara itu dengan Mali. Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh televisi publik, pemerintah mengatakan bahwa pada Senin sore, sekelompok orang bersenjata, yang masih tak dikenal mencegat empat kendaraan yang membawa penumpang kembali dari pasar Banibangou ke desa Chinedogar dan Darey-Daye.

"Korban dari tindakan biadab ini adalah 58 orang tewas, satu terluka, sejumlah gudang biji-bijian dan dua kendaraan terbakar dan dua kendaraan lagi disita," demikian pernyataan pemerintah setempat.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, tetapi Niger sedang berjuang dengan dua kampanye jihadis di barat dekat Mali dan Burkina Faso, dan pemberontakan selama satu dekade di tenggara di perbatasan dengan Nigeria. Serangan terjadi di wilayah Tillaberi yang terletak di daerah tiga perbatasan - zona titik nyala di mana perbatasan Niger, Burkina Faso, dan Mali bertemu.

Sebelumnya, seorang penduduk setempat mengatakan kepada AFP bahwa serangan itu dimulai terhadap sebuah bus yang menuju Chinedogar, di mana sekitar 20 orang tewas. Penduduk lain mengatakan mereka yang tewas sedang berbelanja di Banibangou, hanya beberapa kilometer (mil) dari perbatasan Mali.

baca juga: Ricuh di Niger Setelah Pengumuman Pilpres

Bandit bersenjata kemudian menyerang desa sekitar pukul 18.00 waktu setempat, menewaskan sekitar 30 orang, kata sumber keamanan. Pemerintah kemudian mengumumkan tiga hari berkabung nasional mulai Rabu. Pemerintah pun meminta penduduk untuk lebih waspada dan menegaskan kembali tekadnya untuk terus berjuang melawan kriminalitas dalam segala bentuknya. (AFP/OL-3)

BERITA TERKAIT